Selasa, 21 Mei 2013

Gara Gara Rohis




Sekarang saya sudah tidak di sekolah lagi. Namun sebagiai manusia yang pernah hidup di SMA, banyak pelajaran hidup yabg bisa diabil. apalagidari kegiatan keislaman.

Rohis. salah satu kegiatan yang mewarnaiku dalm sekolah. lewat rohis saya bertemu dengan teman-teman dengan beragam motivasinya ikutan rohis.

Motivasi saya ikutan rohis adalah untuk kkebutuhan dakwah di sekolah. Tujuan ini karena saya berasal dari SMP yang terkonsentrasi mengajarkan islam. Oleh karenanya menjadi tugas saya juga untuk mewarnai teman-teman saya dengan warna positif.

Di tahun pertama saya menjadi siswa SMA, saya mengikuti banyak ekskul, termasuk osis. Paskibra, taekwondo. Rohis, dan osis. ku jalani sebagai bentuk kegiatan yang memenuhui nafsu hobi, coba-coba, dan mencari lingkungan positif. Berkenalan dan beradaptasi dengan kesibukan. dan pada akhirnya saya harus memilih.
Sekian banyak kegiatan tadi, saya mulai menganalasis, "Mana yang harus saya korbankan?"

Paskibra memaksaku untuk tidak keluar darinya. karena pengalamn dan tujuan mulia dari Paskibra ingin kuraih. Taekwondo tidak begitu memberi efek baik. lelah harus keluar uang tiap ujian,namun kurang termanage dengan baik. Pergaulan osis yang belum bisa saya terima secara utuh, karen yang kuharapkan adalah lingkungan yang saling menjaga antar gender namun tidak pula melewatkan keorganisasian yang dinamis. dan tahukah kalian mana yang harus ku Korbankan??

Osis dan Taekwondo.
Padahal di osis saya menjadi kandidat terkuat untuk menjadi ketua selanjutnya, namun Gara Gara Rohis, dimana saya ingin menjadi ketua disana, saya menolak untuk melanjutkan kiprah di Osis.

Berjalan bersama rohis. setelah melalaui Alur kaderisasi, saatnya memilih ketua baru. Seharusnya yang menjadi Ketua adalh senior yang kelas 2 namun tidak ada stok ikhwan yang tersedia, maka senior pun memutuskan untuk memilih kami yang masih kelas satu untuk menjabat di bagian Inti organisasi. 

besar harapan saya bisa terpilih menjadi ketua.. namun senior memandang lebih baik teman saya yang menjabat lebih dulu. agak kecewa memang.. namun harus ku ingat keputusan Allah adalh yang terbaik. belum tentu keinginan kita baik menurut Allah. 

dan saya Yakin suatu saat pasti ada hikmah dan jalnnya yang bisa kupetik. Tahun selanjutnya saya naik jabatan, dan saya merasakan bahwa ini waktunya tepat. tidak bila tahun lalu sya menjabat.

Di rohis saya belajar berorganisasi layaknya osis. mengurus manusia yang berbeda isi kepalanya satu sama lain.berhubungan dengan pihak guru bahkan antar rohis lainnya. Pembinaan ruhiyah dengan alumni sering dilakukan untuk membangun kualitas muslim yang baik.

Kami pun belajar dari alumni yang mengalami stereotipe atau tuduhan terhadap rohis sebagai Aliran sesat.

mengurus manusia sebenarnya sulit. kawan2 satu angkatan yang berbeda satu sama lainnya, ngurus juga adik2 yg baru masuk untuk dikader. koordinasi dengan pihak luar, dan terus mengadakan kegiatan dalm rangka berdakwah di ranah sekolah. dan pastinya kita masih sekolah. so hampir tidak ada space waktu dan tempat untuk mikirin persaingan yg g sehat. apalagi memicu tawuran antar sekolah, lebih parah tunas terorisme..

gara-gara rohis pula. senior2 rohis rela untuk kembali pulang ke sekolah untuk membimbing kami yg masih di sekolah. kepedulian yang di bangun dari persaudaraan rohis selama sekolah seolah membuang jarak akan cinta yang hakiki. 

dengan rohis membangun cinta dalam persaudaraan, yang kami tahu cinta itu adalah cinta Allah yang mengikat, dan menguatkan setiap ikatan hati kami satu sama lainnya. Cinta yang tiada pernah ada kemurkaan yang mengakibatkan tindak anarkisme teror yang byk orang tuduhkan.

kemudian setelah sudah melewati itu semua. tiada ad rasa lelah dan jenuh bagi kami untuk ekmbali memajukan rohis, Dimanapun. karena dengan rohis menjadi medan kita mendulang pahala. yang kita semua tak tahu amalan mana yang menjadikan Allah menurunkan rahmatnya. dengan dakwah, Allah janjikan surga yang di bawah mengalir sungai sungai. dan pertolongan Allah bagi siapa yang menolng agama Allah.

Muhammad Muas Fuadillah
Sastra Inggris UPI 2011/SMA 11 Bandung


dari Sayembara 100 Tulisan gara-gara Rohis kerjasama Rumah Rohis duaet bareng KPP smart syuhada dan flipper magazine

Tidak ada komentar:

Posting Komentar