Selasa, 20 Mei 2014

apa itu Taqwa ?

Taqwa / takwa ,yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja. Adapun arti lain dari taqwa adalah:
1. Melaksanakan segala perintah Allah
2. Menjauhkan diri dari segala yang dilarang Allah (haram)
3. Ridho (menerima dan ikhlas) dengan hukum-hukum dan ketentuan Allah
Imam an Nawawi rahimahullah berkata bahwa takwa adalah istilah tentang melaksanakan segala kewajiban dan meninggalkan segala larangan.
Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyebutkan bahwa takwa artinya melakukan perintah dan meninggalkan larangan.
Thuluq ibnu Habib rahimahullah berkata tentang takwa, “engkau melaksanakan ketaatan (melaksanakan perintah), di atas cahaya dari Allah (ilmu), dengan berharap pahala dari Allah. Dan engkau meninggalkan maksiat terhadap Allah, di atas cahaya Allah dari Allah, karena takut terhadap hukuman Allah.”
Imam Ali bin Abi Thalib radliyallah ‘anhu berkata, “takwa adalah al Khaufu minal Jalil (takut kepada Allah yang Mahaagung), al ‘Amal bil Tanziili (mengamalkan al Qur’an dan al Sunnah), al Ridla bil Qalil (ridla atas pembagian rizki yang sedikit), dan al isti’dad liyaum al Rahiil (mempersiapkan diri untuk perjalanan di akhriat).”

Taqwa berasal dari kata waqa-yaqi-wiqayah yang artinya memelihara. "memelihara diri dalam menjalani hidup sesuai tuntunan/petunjuk allah" Adapun dari asal bahasa arab quraish taqwa lebih dekat dengan kata waqa Waqa bermakna melindungi sesuatu, memelihara dan melindunginya dari berbagai hal yang membahayakan dan merugikan. Itulah maka, ketika seekor kuda melakukan langkahnya dengan sangat hati-hati, baik karena tidak adanya tapal kuda, atau karena adanya luka-luka atau adanya rasa sakit atau tanahnya yang sangat kasar, orang-orang Arab biasa mengatakan Waqal Farso Minul Hafa (Taj).
Dari kata waqa ini taqwa bisa di artikan berusaha memelihara dari ketentuan allah dan melindungi diri dari dosa/larangan allah. bisa juga diartikan berhati hati dalam menjalani hidup sesuai petunjuk allah.

Allah berfirman:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
"Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal." (QS. Al-Baqarah: 197)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS. Ali Imran: 102)

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
"Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. Al-Thalaq: 2-3)

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
"Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS. Al-Thalaq: 4)


وَقِيلَ لِلَّذِينَ اتَّقَوْاْ مَاذَا أَنزَلَ رَبُّكُمْ قَالُواْ خَيْرًا لِّلَّذِينَ أَحْسَنُواْ فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَلَدَارُ الآخِرَةِ خَيْرٌ وَلَنِعْمَ دَارُ الْمُتَّقِينَ


Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa (QS An-Nahl 16:30)



Hadits Rasulullah :


عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ، "اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ"  - رواه الترمذي وقال حديث حسن وفي بعض النسخ حسن صحيح

Rasulullah SAW bersabda: "Bertaqwalah kepada Allah dimanapun kamu berada dan susullah kejahatan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya. Dan pergaulihah manusia dengan akhak terpuji.’ (HR. Turmudzi dan ia berkata, ‘Ini adalah hadits hasan’ dan di sebagian kitab disebutkan sebagai hadits hasan shahih).

Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa ada yang bertanya kepada Rasulullah,

 يا رَسُول اللَّهِ مَنْ أَكْرَمُ النَّاسِ؟ قَالَ: أَتْقَاهُمْ قَالُوْا: لَيْسَ عَنْ هَذَا نَسْأَلُكَ. قَالَ: فَيُوْسُفُ نَبِيُّ اللَّهِ بْنِ نَبِيِّ اللَّهِ بْنِ نَبِيِّ اللَّهِ بْنِ خَلِيْلِ اللَّهِ قَالُوا: لَيْسَ عَنْ هَذَا نَسْأَلُكَ. قَالَ: فَعَنْ مَعَادِنِ الْعَرَبِ تَسْأَلُوْنِي؟ خِيَارُهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُهُمْ فِي الإسْلاَمِ إِذَا فَقِهُوْا
“Ya Rasulullah, siapakah orang paling mulia?” Beliau menjawab, “Orang yang paling bertaqwa di antara mereka.” Orang itu berkata lagi, ‘Bukan tentang ini kami bertanya.’ Beliau menjawab, ‘Yusuf bin Nabi Allah bin Nabi Allah bin Khalilullah.’ Mereka bertanya, ‘Bukan tentang ini kami bertanya.’ Beliau menjawab, ‘Apakah kalian bertanya tentang kantong-kantong daerah Arab? Sebaik-baik kalian di Jahiliyah adalah yang terbaik di dalam Islam jika mereka berilmu.” (Muttafaq Alaihi).


Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ الْفَمُ وَالْفَرْجُ - رواه الترمذي

Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang hal apakah yang paling banyak memasukkan orang ke dalam surga? Beliau menjawab, ‘Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.’ Lalu beliau ditanya tentang hal apakah yang paling banyak memasukkan orang ke dalam neraka? Beliau menjawab, ‘Lisan dan kemaluan.’ (HR. Turmudzi)
عَنْ أَبِى طَرِيْفٍ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ الطَّا ئِىِّ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِيْنٍ ثُمَّ رَأَى أَتْقَى لِلَّه  مِنْهَا فَلْيَأْتِ التِّقْوَى . رَوَاهُ مُسْلِمْ.
Dari Abu Tharif Adiy bin Hatim - رَضِىَ الله عَنْهُ -, katanya: Aku mendengar Rasulullah - صلّى الله عليه وسلّم - bersabda: “Barangsiapa bersumpah dengan sungguh-sungguh (untuk melakukan atau meninggalkan suatu perkara), kemudian dia melihat hal yang lebih taqwa bagi Allah, maka hendaknya dia mendatangi (hal yang) taqwa itu.” (HR Muslim)

اِتَّقُوْا اللَّهَ وَصَلُّوْا خَمْسَكُمْ، وَصُوْمُوْا شَهْرَكُمْ، وَأَدَّوْا زَكَاةَ أَمْوَالِكُمْ، وَأَطِيْعُوا أُمَرَاءَكُمْ، تَدْخُلُوْا جَنَّةَ رَبِّكُمْ
Bertaqwalah kalian kepada Allah, shalatlah yang lima waktu, puasalah di bulan kalian, tunaikan zakat harta kalian, dan taatilah pemimpin kalian, niscaya kalian akan memasuki surga Tuhan kalian.” (Tirmidzi di Kitab Shalat, hadits hasan shahih).

Ibnu Mas’ud meriwayatkan bahwa Nabi SAW pernah berdoa,
اَلَّلهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, keterjagaan / iffah , dan kekayaan.” (Muslim).

Wallahu'alam
Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa. Aamiin...


Minggu, 04 Mei 2014

Rahasia-rahasia kesuksesan dalam kehidupan

Bismillaah,
Catatan Taushiah Majelis QiyamQu bersama Syaikh Dr. Muhammad Al-Khatib
Tema-tema: Rahasia-rahasia kesuksesan dalam kehidupan.
***
Inginkah anda berbahagia, sukses dalam kehidupan?
Semua kita pasti ingin berbahagia di dunia apalagi akhirat.

Yang menjadi pertanyaan adalah: sudahkah kebahagiaan itu kita raih? Darimanakah sumber kebahagiaan yang kita impikan?

"Rahasia-rahasia kesuksesan dalam kehidupan"
Muqaddimah:
Siapakah orang yg sukses?

Siapakah orang yang berbahagia?
Orang yg sukses adalah yang menang, yang juara.
Orang yang sukses adalah orang yang selamat, yg memiliki akal dan hikmah yang membuat mereka beramal shalih didunia dengan akalnya. Ini menurut bahasa secara umum.

Secara detail syaikh Al-khatib menjelaskan: orang yg sukses sejatinya adalah seperti apa yg Allah abadikan di dlam QS Fushsilat: 30 yaitu: orang-orang yg berkata bahwa Allah Tuhannya, lalu istiqamah (tsabat) teguh dengan mantap diatas ta'at pd Allah Tuhannya, bersabar diatas segala cobaan yang mereka hadapi maka akan Allah turunkan kepada mereka para malaikat, mereka tidak takut dan tidak bersedih diberikan berita kepada mereka dengan surga yg Allah janjikan.

- Asy-syaikh pun mengangkat perkataan Sayyid Quthb; orang yg sukses adalah Generasi Qur'ani; yaitu para sahabat yg hidup bersama Nabi SAW. Abu bakar, umar bin khattab, utsman bin affan, ali bin abi thalib dll Merekalah sebaik-baik generasi.
Mengomentari ayat diatas: QS Fushshilat: 30

Bagi semua yang ingin mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan: "Sejatinya adalah: keyakinan kita akan Allah adalah Tuhan kita tidak cukup hanya dengan melafazhkannya, namun harus dengan pembuktian dengan amal shalih. Lalu diperkuat lagi dengan tsabat (tetap kuat) dan sabar atas segala ujian dan cobaan".

Hal ini sebagaimana yg telah dicontohkan oleh para Nabi dan para sahabat.
Orang yg beriman tapi tak beramal adalah seperti Pepatah arab mengatakan: "Al-Ilmu bilaa 'amalin kasy-syajari bilaa tsamarin" Ilmu tanpa amal ibarat pohon yang tak berbuah.

Bahkan beliau katakan: orang islam yg tak beramal shalih adalah lebih buruk daripada pohon yg tak berbuah, krn pohon walaupun tak berbuah masih banyak manfaatnya utk manusia, bs dijadikan kayu bakar, bisa bernaung dibawahnya dll.

Pepatah arab yg lain mengatakan: "Tarjun najaata wa lam tasluk masaalikahaa, innas safiinata laa tajrii 'alal yabas" Engkau mengharapkan keselamatan namun engkau tidak menjalani jalannya, sesungguhnya kapal itu tidak berlayar didaratan.

Seperti itulah gambarannya manusia yg yakin Allah tuhannya namun tak beramal shalih.

Ringkasnya: kunci kebahagiaan dan kesuksesan hidup adalah:Iman, 'Amal, Tsabat (tetap kuat), Sabar diatas keyakinan pd Allah.
Beliau menceritakan 1 kisah nyata: tentang seorang pemuda di amerika yg bekerja menjadi seorang OB, saat ia telah memeluk Islam ia begitu menikmati hidupnya hingga ia selalu tersenyum.

Hingga suatu saat pimpinan perusahan tempat ia bekerja mendapatkannya selalu tersenyum setiap hari dalam kerjaannya. Lalu dipanggillah pemuda itu ke ruangan bosnya.

Lalu bosnya bertanya: apa sebabnya engkau selalu tersenyum?
Lalu pemuda itu menjawab: saya memiliki kebahagiaan yg tidak engkau miliki. Akhirnya Bosnya pun semakin penasaran.


Pemuda tersebut mengatakan: "Katakanlah Laa Ilaaha Illallaah (tiada Tuhan yg berhak disembah selain Allah)


Bosnya menimpali: "Berarti saya harus masuk Islam? Bukankah saya banyak bertemu dgn org islam tapi mereka tidak tersenyum?


Pemuda tersebut lalu mengantar Bosnya ke salah satu Islamic Center di Amerika,SubhanAllaah...


Apa yg terjadi? Rupanya Allah telah mentakdirkan tema ceramah yg diangkat penceramah saat itu adalah: "Siapakah Orang-Orang yg berbahagia itu..."
Setelah mendengarkan ceramah sang ustadz, si bos pun menangis berderai air mata, dan ia pun masuk Islam. ***

Tentunya dalam mengarungi kehidupan ini, akan banyak tantangan yg akan kita hadapi. Tantangan itu ibarat anak-anak panah yg dilepaskan iblis kepada kita.
Nabi SAW pernah menasehati Sahabat Abu Dzar: ringankanlah bebanmu wahai Abu Dzar karena sesungguhnya banyak rintangan diatas jalan ini, dan perbanyaklah bekalmu karena perjalanan ini sangatlah jauh.

  • Diantara tantangan itu adalah:

1. Lingkungan, atau Masyarakat bahkan Sahabat kita. 
Dengan siapakah kita bersahabat?

Orang arab mengatakan: Sahabat ialah Penarik; sahabat dapat menarik kita kepada kebaikan, kebenaran, atau bahkan kita akan ditarik kepada kesesatan atau keburukan.
Hendaklah kita mencari teman yg baik karena sesungguhnya kita akan dibangkitkan bersama orang yang kita cintai di Akhirat kelak.

Juga termasuk Keluarga. Ingatkah kita akan apa yg terjadi kepada Rasulullah SAW? Dibalik kesungguhan beliau mendakwahkan agama Allah, rupanya pamannya sendiripun sangat menentangnya. Yaitu Abul 'Uzzah atau terkenal dengan sebutan Abu Lahab.

2. Manhaj, Metode atau Jalan yg kita lalui.
Apakah manhajmu?
Hati-hati saat membaca buku, atau mengikuti taklim, maka lihatlah dan perhatikanlah! Jangan sampai kita taklim bersama orang syi'ah, Ldii atau aliran sesat lainnya.***
QS Al-Hajj: Sesungguhnya Allah akan membela dan menolong orang-orang yg beriman dan tetap teguh diatasnya.

3. Cemooh atau komentar orang-orang yg dengki kepada kita saat mereka mendapatkan banyak perubahan dari kita.

Suatu ketika Nabi SAW bersama Abu Bakar RA, tiba-tiba seseorang datang mencaci maki abu bakar hingga abu bakar mulai marah menimpali cacian orang tersebut. Maka keluarlah Rasulullaah SAW meninggalkan Abu Bakar.

Abu bakar menjadi penasaran, mengapa Nabi SAW meninggalkannya, maka iapun mendatangi Nabi lalu Nabi SAW berkata padanya:
"Sesungguhnya Allah telah menghadirkan dua malaikat disisimu untuk membelamu saat ada yg mencacimu, namun saat engkau membalas cacian orang, maka setan pun datang bersamamu dan dua malaikat itu meninggalkanmu!
...Maka bersabarlah saat ada yg mencacimu...
Siapa saja yg menginginkan kesuksesan, kebahagiaan maka ia wajib menjalani segala ujian dan tantangan. Dan Rasulullah SAW adalah orang yg paling sabar dalam menghadapi segala ujian.
Bersabarlah, bersabarlah, kuatkanlah kesabaranmu, maka berbahagialah engkau!
Lalu hal-hal apa saja yg menuntun kita kepada kebahagiaan?

1. Iman yang teguh dan kuat.
Karena iman itu bertambah dan berkurang. Bertambah karena keta'atan dan berkurang karena maksiat.

Terbiasalah tuk shalat tahajjud walau hanya 2 rakaat, puasa sunnah, bacalah al-qur'an atau bahkan engkau hanya memegangnya saja, inilah beberapa amalan-amalan penguat Iman.
2. Ikhlash karena Allah SWT bukan karena riya' untuk manusia, jabatan dll.
Ikhlash: Jernih seperti beningnya air, Murni karena Allah SWT.

3. Siiap menghadapi segala cobaan dengan sabar dan siiap merasakan beban-beban/ penderitaan saudara kita, karena kita semua ummat islam adalah bersaudara wajib memperhatikan keadaan saudara/i kita!
Umar suatu ketika pernah menangis, lalu sahabat bertanya padanya, apa yg membuatmu menangis?
Umar pun mengatakan: "sungguh saya sangat bersedih, Andai saja ada seekor hewan yg tergelincir karena rusaknya jalan dipelosok sana, maka itu adalah tanggung jawabku dihadapan Allah SWT.

4. Yakin akan pertolongan Allah SWT akan setiap ujian.
Seperti pertolongan Allah yang datang pada Nabi Ya'kub ketika ia kehilangan anaknya Yusuf AS sampai ia menangis hingga buta kedua matanya.
Namun karena keyakinan beliau akan pertolongan Allah, maka Yusuf AS dikembalikan kepada beliau, dan matanya yg buta pun disembuhkan Allah SWT.

WAllaahu A'lamu Bishshawaab.
Semoga Allah menjadikan kita semua orang-orang yg berbahagia di dunia dan di akhirat. Allaahumma Aamiin

DKM AQL Islamic Center, Sabtu 3 Mei 2014.