Jumat, 30 Maret 2012

Bukan emas permata




 



Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, kedudukannya (keturunannya), kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang memiliki agama, “. Agama adalah sumber dan akar bagaimana seorang wanita akan berperilaku dalam keseharian nya (cerminan akhlaknya). Insyaalloh kalau memilih karena agamanya tidak akan menyesal. Karena kecantikan , harta kedudukan bisa luntur termakan usia. Tapi akhlak yang baik insyaalloh akan kekal membawa ke surga. Insyaalloh
moga bermanfaat.

Ajarkan anak mengaji Al Quran

 
mari ajari anak mengaji 

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Alqur’an dan mengajarkannya.”
(HR Bukhori)


“Siapa saja yang disibukkan oleh Alqur’an dalam rangka berdzikir kepada-Ku, dan memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan berikan sesuatu yang lebih utama daripada apa yang telah Aku berikan kepada orang-orang yang telah meminta. Dan keutamaannya Kalam Allah daripada seluruh kalam selain-Nya, seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya.”
(HR. At Turmudzi)

Ibu dan Abi ceritakan pada anakmu ikhwan dan akwat sejati





Seorang remaja pria bertanya pada ibunya, ”Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati!”
Sang Ibu tersenyum dan menjawab…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca.

Setelah itu, sang remaja pria kembali bertanya. Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu?
Sang Ibu memberinya buku dan berkata…
Pelajari tentang dia. Ia pun mengambil buku itu, “MUHAMMAD”, judul yang tertulis di buku itu.

*** 






Seorang gadis remaja bertanya pada ayahnya, “Abi, ceritakan padaku tentang akhwat sejati!”
Sang ayah pun menoleh kemudian tersenyum.
Anakku…
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang memesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari, keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.
Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.“Lantas apa lagi Abi?” sahut putrinya.

Ketahuilah putriku… Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.
Dan ingatlah… Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul. Setelah itu sang anak kembali bertanya, “Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?”
 Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, “Pelajarilah mereka!”  
Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “ISTRI RASULULLAH”.

[Saat malam menuju puncak kelam, menemukan tulisan ini di folder lama: MUHASABAH!*darisuatusumber]

Nasehat untuk anakku



Nasehat itu sangatlah penting kita sebagai orang tua tiada henti-hentinya harus menasehati dalam kebaikan agar anak kita tetap dijalan Allah swt dan punya bekal untuk menjadi anak sholeh. 
Allah swt secara khusus mengangkat dialog Luqman al-hakim dengan anaknya pada surat Luqman. Nasihat Luqman ini merupakan model dialog yang amat kaya dengan pesan spiritual. Di dalamnya terdapat pesan orang tua kepada anaknya untuk:
1.      Senantiasa bersyukur, berterima kasih kepada Allah atas segala karuniaNya;
2.      Tidak mempersekutukan Allah dengan siapapun: ikhlas dalam beribadah;
3.      Menghayati kasih sayang orang tua dan berterima kasih kepada mereka;
4.      Mengingat akan adanya hari di mana perbuatan sekecil apapun akan mendapat ganjaran dari Allah, Yang Mahalembut dan Maha Melihat;
5.      Menegakkan sholat dan menyuruh manusia berlaku benar dan mencegah mereka dari berbuat jahat (= konsep menegakkan kebenaran dalam diri dan menyeru orang lain);
6.      Menghindari sikap sombong, perilaku angkuh dan berbangga-banggaan, karena hal ini tidak disukai Allah;
7.      Bersikap sederhana dalam berjalan dan lemah lembut dalam bertutur kata (dua sikap sehari-hari yang menjadi cerminan keseluruhan karakter diri).
Jadi, perintah mengajarkan "tilawah" ini dapat kita maknai sebagai pengajaran nilai ajaran Islam sejak dini kepada anak-anak ini. Wa Allahu a'lam bish shawwab.

Anugerah dan Amanah (Obsesi Anak sholeh_)

obsesi anak sholeh 

Anak merupakan anugerah termahal bagi orang tua. Banyak orang tua yang mengharapkannya tapi tak kunjung diberi, sementara banyak juga orang tua yang dengan mudah memperolehnya. Tapi, jangan pula merasa bangga dengan hadirnya anak, jika kita tak mampu membekalinya dengan pendidikan yang benar sesuai ajaran Islam. Karena, selain anugerah, anak juga merupakan amanah “berat” yang dititipkan Allah kepada orang tuanya, terlebih lagi di tengah-tengah merosotnya nilai-nilai etika, moral dan gencarnya serangan permisifisme (budaya serba boleh) melalui media elektoronik, tanggungjawab orang tua menjadi kian berat.
Anak memang anugerah, bahkan di dalam al-Qur’an dikatakan sebagai perhiasan hidup, “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia…” (QS. al-Kahfi : 46). Bayangkan, jika hidup kita tanpa perhiasan, semuanya akan terasa suram. Untuk itu kita patut bersyukur atas nikmat Allah yang dititipkannya melalui anak-anak kita. Rasa syukur itu dapat kita wujudkan dengan mengasuh dan mendidik mereka berlandaskan fitrah dan kasih sayang.
Selain sebagai anugerah, anak diberikan kepada orang tuanya sebagai amanah ”berat” untuk dipelihara, dididik dan dibina agar berkualitas dan tangguh. Seperti diperintahkan dalam al-Qur’an, “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (QS. an-Nisaa’ : 9).
Setiap orang tua harus menyadari amanah ini. Karena orang tualah yang bertanggungjawab terhadap pendidikan anak-anaknya. Jika orang tua tak memiliki kemampuan untuk mendidik, tanggungjawabnya memang dapat dibagi kepada guru di sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Namun peran sentral harus tetap pada orang tua. Caranya, orang tua dapat memilih guru atau sekolah untuk anak-anaknya dengan kriteria yang tepat. Misalnya, guru atau sekolah yang dipilih harus mampu membina anak-anak dengan berbagai disiplin ilmu atas dasar akidah, akhlak, dan ajaran Islam.






distro muslim jogja, jogja distro muslim, kaos muslim jogja, jogja distro 

Rabu, 28 Maret 2012

Liga bocah islami

 

Anda pengelola TPA? Atau Anda Ustadz/Ustadzah-nya?
Buruan Daftarkan para santri Antum dalam “LIGA BOCAH ISLAMI!”
Ada banyak lomba keagamaan lho. Ini nih lombanya:
  1. Mewarnai
  2. Menggambar
  3. CCA (Cerdas Cermat Agama)
  4. Tartil Quran
  5. Pildacil (pidato)
  6. Nasyid
  7. Adzan – Iqomat
Nah, macem-macem kan? Makanya ayo daftarkan santri Antum segera!
Mau lebih jelas tentang ketentuan dan persyaratannya? Klik saja Ketentuan Lomba Liga Bocah Islami
Atau mau kontak langsung ke panitia:
0856 4381 2861
0857 2908 2978

Untuk Technical Meeting (TM) akan diadakan pada:
Sabtu, 31 Maret 2012
pukul 16.00 WIB
di Masjid Jogokariyan

http://remajamasjidjogja.wordpress.com/

Selasa, 27 Maret 2012

Ajari anak agar selalu bersyukur


Bersyukur atas segala nikmat akan membuat hidup menjadi tenang dan tentram , begitu banyak nikmat yang kita ingkari sebagai manusia membuat neraka didalam hidup kita sendiri, kalo mau dipaprkan banyak banget nikmat yang sudah kita terima yang kadang kita tak bersyukur dan ciderung kufur terhadap nikmat- Nya . 

Misal kadang kita mengeluh padahal kalo kita mau melihat kebawah masih banyak yang kurang berntung dari pada kita .

Sebelum engkau mengeluh tentang keadaan anak-anakmu, ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatkannya.
Sebelum engkau mengeluh karena rumahmu kecil dan tidak sebaik yang diharapkan, ingatlah banyak gelandangan yang tinggal di jalanan.
Sebelum mengeluh tentang kondisi kendaraan yang engkau dimiliki saat ini, ingatlah orang lain yang tidak memiliki kendaraan sama sekali.

Nikmat  Kesehatan , nikmat iman, islam  adalah nikmat yang paling indah coba bayangkan saat kita mengeluh masih banyak yang punya harta tapi kena penyakit yang membuat dia dibatasi makannya, ataupun tidak bisa menikmati hartanya karena terbaring bayar sakit. 

Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu. Dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari nikmat-Ku. Hai orang-orang yang beriman, jadikankah sholat sebagi penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS al-Baqarah: 152-153)

sebagai orang tua udah seharusnya sejak dini kita ajarkan anak kita tentang bersyukur dengan apa yang dipunya bersyukur atas takdir Allah, dan tetap sabar bila dapat ujian sembari man jadda wa jada bersunguh-sunguh berusaha sekuat tenaga juga untuk merubah nasib misal. 

Doa anak sholeh itu amal jariah loh yuk mari kita didik anak kita agar jadi anak yang sholeh dunia akherat yang akan menyejukan kita didunia mapun ketika kita sudah mati.

Alah berfirman dalam QS.Ibrahim ayat 7 : "la in syakartum laa adziidanakum wa la'in kafartum inna azabi lasyadid" artinya "sesungguhnya jika (kamu) bersyukur pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-KU) maka sesungguhnya azab-KU akan sangat pedih". 

Cara mendidik Anak sholeh


Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat pernah berkata, ''Sesungguhnya, setiap anak yang dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan suci (fithrah, Islam). Dan, karena kedua orang tuanyalah, anak itu akan menjadi seorang yang beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi.''

Menurut Abdullah Nashih Ulwan, ketika seorang anak telah lahir, mulai saat itulah pendidikan pada anak diberikan secara lebih intensif. Sebab, pendidikan yang kurang dari kedua orang tuanya dapat membuat anak terpengaruh dengan lingkungannya.

Mengutip kata-kata Dorothy Law Nolte, setiap anak akan belajar dari kehidupannya. Berikut pandangan Dorothy Law Nolte bila anak dibesarkan dengan berbagai sikap dari kehidupan.
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya.
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, ia belajar keadilan.
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar kepercayaan.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri.
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan. 


Moslem kids generation


Fashion adalah sebuah simbol dari peradaban dan mempuyai media pesan komunikasi yang baik terlihat dari zaman MTV dan band bagaimana membuat anak muda fanatik dan punya trend karena sebuah media kaos. Obsesi anak sholeh memberikan atmosfer baru dalam memupuk kecintaan islam dari kecil, islam adalah jalan hidup, islam adalah life style paling keren yang pernah ada , islam forever.

Sudah saatnya generasi muda sembari dari kecil dilatih cinta islam , pembentukan karakter, dan kepribadian, madrasah terbaik disini adalah ibu ya ibu yang baik pasti akan mengajarkan kebaikan dan segala hal yang diperlukan anak untuk siap menghadapi dunia melangkah demi selangkah sampai akhirnya bisa berdiri dikaki sendiri.

Peran Ayah dan Ibu sangatlah penting dalah tumbuh kembang anak, anak adalah amanah tinggalkan mereka dalam keadaan kuat, kuat segalanya salam semangat buat para Ayah-bunda Indonesia dari obsesi anak sholeh.