Jumat, 26 September 2014

Nikah-nikah bathukmu sempal

[KHUSUS JOMBLO HARUS BACA]

Khusus bujanghidin 

soal nikah ..

Simak yah twit racun dari seorang Ippho berikut ini!
—————-
1. Menikah itu mengundang rezeki, menentramkan hati & memelihara diri.
Kurang apalagi? Udah, #NikahSana

2. Si jomblo sering menghibur diri “Akan indah pada waktunya”
Padahal gundah sepanjang waktunya hehe. Udah,#NikahSana 

3. Pengen pernikahan & rumahtangga yang berkah? Jangan awali dgn fase yang nggak berkah,
misal pacaran. Mending#NikahSana

4. Menunda-nunda menikah, katanya mencari yang ideal.
Yah mana ada! Lihat saja dirimu, apa ideal? Udah deh,#NikahSana 

5. Pacaran 10 tahun, emang KPR? Tunangan 2 tahun,
emang leasing? Mending#NikahSana 

6. Segerain, sederhanain. Kalau prinsipnya begini,
jadi tuh nikah insyaAllah. Buruan gih#NikahSana 

7. KUA = Kau Untukku Ajah… Udah, berhenti cengengesan.
Mending lamaran NikahSana 

8. “Kalau dah jodoh, gak akan kemana. Ntar ketemu jg di resepsi” Iya sih,
tapi sbg tamu Udah deh, lamaran & #NikahSana


9. “Mau nikah, tapi nggak punya modal.” Kayak beli franchise aja,
pake modal segala. Udah deh, #NikahSana


10. Pemain badminton ada pasangannya. Sandal jepit ada pasangannya.
Truk ada gandengannya. Situ? Makanya #NikahSana 


11. “Mau nikah, tapi nunggu mapan dulu” Lha kalau mapannya di usia 70,
apa iya mau nikah di usia 72? Udah deh, #NikahSana

12.”Mau nikah tp nunggu hari baik” Semua hari itu baik! Hari kiamat aja yg nggak bisa,
penghulunya entah kemana! #NikahSana

13. Adat & gengsi dalam resepsi, kalau diturutin nggak ada habis2nya.
Mending sederhanain, segerain, jadiin. #NikahSana 

14. “Mau nikah, tapi nunggu kakak nikah dulu” Lha kalau dia nikah 5 tahun lagi,
emang situ mau nunggu? Udah, #NikahSana:)

15. “Mau nikah, tp belum ada jodohnya” Mungkin BUKAN jodoh kita yg belum ada.
Tp kepantasan kita yg belum ada.#NikahSana

16. Pria serius & bertanggungjawab akan menentukan tanggal lamaran.
Pria lain? Bertele-tele dgn pacaran. Udah, #NikahSana

17. Iklan deterjen “Tidak ada noda, tidak belajar” Wahai wanita,
jangan pakai slogan ini dlm hidupmu. Lebih baik #NikahSana

18. “Buat anak kok coba-coba? Yang belum nikah,
jangan coba-coba buat anak ya!” Lebih baik #NikahSana 

19. Mapan terus nikah, yah alhamdulillah. Belum mapan, nikah? Jg alhamdulillah.
Justru nikahlah yg memapankan.#NikahSana

20. 17 Agustus. Sang merah-putih segera berkibar-kibar.
Sang janur kuning apa kabar? Makanya #NikahSana 

21. Malam Lailatul Qadar udah diikhtiarkan.
Malam pertama udah diikhtiarkan? Makanya#NikahSana 


22. Catat ya. Menikah itu dianjurkan bersegera, bukan buru2. Bergegas,
bukan tergesa-gesa. Kalau siap, mending#NikahSana

23. Jomblo & galau melulu. Untung, hati itu buatan Allah.
Kalau buatan China, mungkin sdh hancur… Makanya #NikahSana 

24. Menikah itu membuka pintu2 rezeki. Allah yg nyuruh kita menikah,
Allah tentu bertanggung-jawab atas kita & rezeki kita.
Bismillah #NikahSana

25. Pantaskan diri, perbaiki diri. Itu cara terbaik menjemput jodoh.
Mendingan nikah dini daripada maksiat dini. #NikahSana

26. Bulan Ramadhan udah. Bulan Syawal ntar lagi.
Bulan madu kapan? Makanya#NikahSana 

27. Sahur sendirian? Sakitnya itu di sini *NunjukDada Semoga Ramdhan berikutnya,
sdh gak sendiri lagi. Aamiin. #NikahSana

28. Sholat? Ibadah sekian menit. Puasa? Ibadah sekian jam. Haji?
Ibadah sekian hari. Nikah? Ibadah seumur-umur! #NikahSana

29. Namanya jodoh, nggak ada yang tahu.
Tapi, tugas kita berniat & berusaha utk segera, nggak nunda-nunda. #NikahSana 

30. MENJOMBLO? Silakan, dengan niat menjaga diri & memantaskan diri…
Tapi, jangan lama-lama. Mending #NikahSana 

31. Cowok yang nggak berani melamar, cocoknya pake konde.
Kalau serius? Yah lamaran. #NikahSana 

*sekian*
yang belum Menikah silahkan coment...
smga mendapatkan Jodoh TERBAIK DUNIA AKHERAT...

BACA JUga kisah Cintaa Mengharukan..https://www.facebook.com/notes/345669228916909/

Mau NIkah,gak dapet-dapet jodohnya...LUCU ABIS..https://www.facebook.com/notes/280931452057354/

Maaf yg tdk berkenan di TAG untag saja yaa..okeyy

Kenapa doa ku belum terkabul ?



Assalamulaykum sobat muslim hari ni gue mau ngobrolin tentang doa ,

Banyak nih dari kita kalau mau jujur  kurang serius dalam doa karena saking hafalnya, pengalaman gua sih.  Dari habis sholat ngak tau artinya apa ? langsung doa aja tapi ngak pernah serius dalam berdoa dan kurang istiqomah juga.

Padahal berdoa itu sangat penting berdoa dengan membaca doa atau membacakan doa membunyikan doa itu sangat berbeda bro ..

Coba deh kita koreksi intropeksi diri muhasabah diri apakah kita sudah benar-benar serius dalam berdoa atau cuma buat formalitas menjalankan habit .. wangune kalo habis sholat ya doa .

Ngobrolin masalah doa ini keren loh bro doa itu adalah senjata , dan ibadah yang bisa mengubah takdir .

Doa adalah bentuk ibadah pengabdian kita sebagai makhluk ,  kita sebagai hamba yang sebenarnya ngak bisa apa -apa , bukan sapa sapa, ngak punya apa-apa, makhluk yg lemah bahkan saking lemahnya manusia itu ngak ada yang kuat ngak minum 1 minggu, ngak ada yang kuat nahan nafas 5 jam. Butuh orang lain, butuh udara, air, tanah, dan masih banyak lagi kebutuhan manusia . 

Ada yang bisa mengendalikan rasa kantuknya 3 hari saja ngak tidur, itulah manusia bro.

Doa itu juga perlu sunguh-sungguh dan serius , tunjukin donk kalau emang serius doanya 

mualai dari adab doa cari waktu-waktu paling makbul berdoa misa;l anatara adzan iqomah, pas jumat sore , habis tahajud dan sholat hajat, habis sedekah dan waktu-waktu lainnya.

Sebelum doa istigfar dulu mohon ampun atas kesalahan , siapa tahu gara-gara dosa , doa kita sulit terkabul, intropeksi diri sapa tahu ditubuh ada makanan haram, pakaian haram yang bikin seret rizki dll. 

Kalau kita mau minta bantuan  sama orang saja kalau kita masih ada salah kan ngak enak , kita minta maaf dulu donk. Habis minta maaf Allah dipuji puji lewat tasbih, tahmid, tahlil. sholawat nabi juga bro doakan kaum muslimin juga bro agar doanya ikut diaminkan malaikat.

eits  Doa saja ngak cukup harus ada usaha yang maksimal sunguh-sungguh (sempurnakan ikhtiyar ) tapi ingat keputusan ditangan Allah , Allah lebih tahu apa yang terbaik buat kamu, Allah tahu apa yang kamu perlukan bukan yang kamu inginkan . 

janagn kamu puji puji takdir baik lalu kau cela takdir burukmu, sapa tahu lewat kejadian buruk itu kamu jadi tambah kuat, sholeh , naik levelnya. Bisa jadi yang kamu angap baik belum tentu baik menurut Allah . 

Apapaun takdirnya terima aja pasti ada hikmah disetiap kejadian, jangan putus asa dalam doa dan usaha maksimal sampai tetes darah penghabisan.

Doa itu yakinlah pasti akan dikabul Tapi ada 3 cara Allah mengabulkannya berdasarkan AlQuran dan Sunnah 1.Langsung dikabulkan2.Ditunda di Akhirat kelak3,Diganti dengan yang lebih baik terbaik menurut Allah

Yakinlah sobat Allah itu maha besar pencipta langit dan bumi, miliknyalah semua jagad raya alam semesta ini bulan, bintang, matahari, hewan , tumbuhan. Mudah bagi Allah untuk kabulkan doa -doamu . Syaratnya ya kamu harus jadi orang yang bertqwa (bertauhid dan taat apa perintah dan laranganNya ) .

Jangan sekali sekali bergantung pada makhluk yang ngak bisa ciptakan apa-apa, bikin nyamukpun ngak bisa ? jangan bergantung pada manusia , uang, teman, keluarga, saudara  dll. Hanya Allah yang bisa beri kamu rizki haya A;llah yang bisa kabulkan doa doamu .

Semangat Berdoa hanya kepada Allah , spirit for better 

Sunguh-sungguhlah dalam doa dan sempuranakan ikhtiyar mu 
Jihad fisablillah 
  
Penulis : Rendra Visual – ketua Mdc Jogja (Muslim designer community ) , Designer Poobiz Wear International , Konsultan  DistroMuslim  ,Blogger Creative,  @RendraVisual 081931194193 – catatanrendra@gmail.com
rendra visual

Rabu, 24 September 2014

Mimpi Distro Muslim Indonesia


Distro dan clothing itu dua hal yang berbeda tapi banyak sobat muda yang mengartikannya sama haha gapapa. Bedanya dimana sih ? jadi gini bro kalo distro itu singkatan dari distribution store atau toko / shop yang berfungsi untuk ruang pamer produk produk clothing indie . 

Kalau clothing itu adalah produsen merchandise indie yang memproduksi kaos , topi, celana, jaket, stiker, pin, tas dan masih banyak lagi lainnya. 

Kalau ngobrolin tentang distro muslim nih ya sebenarnya peluangnya masih besar belum banyak brand - brand besar yang punya strore offline loh . 

Kebanyakan nih pada jualannya online maklum budjet bro gapapa sih ? tapi nih kesempatan baut temen-temen kalau mau mengembangkannya serius bangun distribusi jaringan tiap kota .

Misal mampir ke semarang , ke jakarta, bandung atau jogja belum pernah kan sobat muslim lihat store distro muslim yang gede banget  menjual mercandisekaos muslim .

Designer muslim juga semakin hari semakin banyak bertaburan, memang perlu adanya kolaborasi nih anatara desainer, konveksi / vendor, dan pemilik toko, pemilik modal, untuk bisa berkolaborasi melahirkan distro-distro muslim.

Saya sendiri masih punya impian suatu saat nanti kalau jalan-jalan ke indonesia atau didunia akan ada distro muslim disetiap kota . Keren kanz , Your T-shirt is Your Media ..

kaos itu bukanlah fashion biasa, kaos itu fashion simple dengan banyak kreatifitas di dalamnya. Bukan sekedar sandang tapi juga media penyebar pesan kebaikan. 

Impian gua juga insya Allah suatu saat nanti temen2 muslim bangga pakai kaos dengan pesan kebaikan ini. Dan bangga membagikan nasihat positif buat sobat2 muslim didunia . Berbagi cerita, berbagi nasihat kebaikan . Semangat kawan ayo bersama berasatu menuju kemenangan . spirit for better 


Penulis : Rendra Visual – ketua Mdc Jogja (Muslim designer community ) , Designer Poobiz Wear International , Konsultan  DistroMuslim  ,Blogger Creative,  @RendraVisual 081931194193 – catatanrendra@gmail.com
rendra visual
   

Pengertian Jihad

MAKNA, arti, definisi, atau pengertian jihad yang sebenarnya harus dipahami dengan baik dan disosialisasikan kaum Muslim kepada publik agar tidak terjadi miskonsepsi, mispersepsi, dan misunderstanding tentang konsep jihad dalam Islam.

Pengertian jihad dewasa ini tampak makin "menyempit", yaitu hanya dipahami sebagai “perang suci” (holy war) atau “perang bersenjata” (jihad fisik-militer). Bahkan, dewasa ini kalangan masyarakat Barat kerap mengasosiasikan jihad dengan ekstremisme, radikalisme, bahkan terorisme.

Aksi kekerasan sebagai bentuk perlawanan dan perjuangan sebuah gerakan Islam oleh Barat disebut aksi “terorisme”. Sebaliknya, pihak gerakan Islam meyakini itu sebagai salah satu manifestasi jihad fi sabilillah.

Banyak kalangan sangat fobi atau ngeri dengan kata jihad. Sebabnya, ruhul jihad merupakan sumber kekuatan umat Islam. Pengamalan jihad membawa seorang Muslim pada kerelaan berkorban apa saja, nyawa sekalipun, demi membela agama dan umat Islam.

Bagi mujahid --sebutan bagi orang yang berjihad-- mati syahid adalah cita-cita karena para syuhada dijamin masuk surga. 

Pengertian Jihad Secara Bahasa

Kata jihad berasal dari kata “jahada” atau ”jahdun” (جَهْدٌ) yang berarti “usaha” atau “juhdun” ( جُهْدٌ) yang berarti kekuatan.

Secara bahasa, asal makna jihad adalah mengeluarkan segala kesungguhan, kekuatan, dan kesanggupan pada jalan yang diyakini (diiktikadkan) bahwa jalan itulah yang benar.

Menurut Ibnu Abbas, salah seorang sahabat Nabi Saw, secara bahasa jihad berarti “mencurahkan segenap kekuatan dengan tanpa rasa takut untuk membela Allah terhadap cercaan orang yang mencerca dan permusuhan orang yang memusuhi”.

Pengertian Jihad Secara Istilah

Pengertian jihad secara istilah sangat luas, mulai dari
mencari nafkah hingga berperang melawan kaum kuffar yang memerangi Islam dan kaum Muslim.
Dalam istilah syariat, jihad berarti mengerahkan seluruh daya kekuatan memerangi orang kafir dan para pemberontak.
Menurut Ibnu Taimiyah, jihad itu hakikatnya berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menghasilkan sesuatu yang diridhoi Allah berupa amal shalih, keimanan dan menolak sesuatu yang dimurkai Allah berupa kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan.
Makna jihad lebih luas cakupannya daripada aktivitas perang. Jihad meliputi pengertian perang, membelanjakan harta, segala upaya dalam rangka mendukung agama Allah, berjuang melawan hawa nafsu, dan menghadapi setan.

Kata “jihad” dalam bentuk fiil maupun isim disebut 41 kali dalam Al-Qur’an, sebagian tidak berhubungan dengan perang dan sebagian berhubungan dengan perang.

Dalam hukum Islam, jihad mempunyai pengertian sangat luas yang dibagi dalam dua pengertian: secara umum dan khusus (Ensiklopedi Islam).

Makna Umum Jihad

Secara umum, sebagian ulama mendefinisikan jihad sebagai “segala bentuk usaha maksimal untuk penerapan agama Islam dan pemberantasan kedzaliman serta kejahatan, baik terhadap diri sendiri maupun dalam masyarakat.” 

Ada juga yang mengartikan jihad sebagai “berjuang dengan segala pengorbanan harta dan jiwa demi menegakkan kalimat Allah (Islam) atau membela kepentingan agama dan umat Islam.”

Kata-kata jihad dalam al-Quran kebanyakan mengandung pengertian umum. Artinya, pengertiannya tidak hanya terbatas pada peperangan, pertempuran, dan ekspedisi militer, tetapi mencakup segala bentuk kegiatan dan usaha yang maksimal dalam rangka dakwah Islam, amar makruf nahyi munkar (memerintah kebajikan dan mencegah kemunkaran)

Dalam pengertian umum ini, berjihad harus terus berlangsung baik dalam keadaan perang maupun damai, karena tegaknya Islam bergantung pada jihad.



Makna Khusus Jihad

Jihad dalam arti khusus bermakna “perang melawan kaum kafir atau musuh-musuh Islam”. Pengertian seperti itu antara lain dikemukakan oleh Imam Syafi’i bahwa jihad adalah “memerangi kaum kafir untuk menegakkan Islam”. 

Juga sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Atsir, jihad berarti “memerangi orang Kafir dengan bersungguh-sungguh, menghabiskan daya dan tenaga dalam menghadapi mereka, baik dengan perkataan maupun perbuatan.”

Pengertian jihad secara khusus inilah yang berkaitan dengan peperangan, pertempuran, atau aksi-aksi militer untuk menghadapi musuh-musuh Islam.

Kewajiban jihad dalam arti khusus ini (berperang, red) tiba bagi umat Islam, apabila atau dengan syarat: 
  1. Agama Islam dan kaum Muslim mendapat ancaman atau diperangi lebih dulu (QS 22:39, 2:190)
  2. Islam dan kaum Muslim mendapat gangguan yang akan mengancam eksistensinya  (QS 8:39)
  3. Untuk menegakkan kebebasan beragama (QS 8:39)
  4. Membela orang-orang yang tertindas (QS 4:75).

Banyak sekali ayat al-Quran yang berbicara tentang jihad dalam arti khusus ini (perang), antara lain: 
  1. Tentang keharusan siaga perang (QS 3:200, 4:71); 
  2. Ketentuan atau etika perang (QS 2:190,193, 4:75, 9:12, 66:9); 
  3. Sikap menghadapi orang kafir dalam perang (QS 47:4), 
  4. Uzur yang dibenarkan tidak ikut perang (QS 9:91-92). 

Ayat yang secara khusus menegaskan hukum perang dalam Islam bisa disimak pada QS 2:216-218 yang mewajibkan umat Islam berperang demi membela Islam. Dan, perang dalam Islam sifatnya “untuk membela atau mempertahankan diri” (defensif), sebagaimana firman Allah SWT,

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tapi janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS 2:190).

Tujuan Jihad

Yang menjadi latar belakang perlunya berjihad didasarkan pada al-Quran, antara lain Surat at-Taubah:13-15 dan an-Nisa:75-76, yakni:

(a) Mempertahankan diri, kehormatan, dan harta dari tindakan sewenang-wenang musuh,
(b) Memberantas kedzaliman yang ditujukan pada umat Islam,
(c) Membantu orang-orang yang lemah (kaum dhu’afa), dan
(d) Mewujudkan keadilan dan kebenaran.



Hukum Jihad: Wajib

Jihad merupakan kewajiban setiap orang beriman. Perintah jihad merupakan salah satu ujian Allah SWT untuk menguji sejauh mana keimanan seseorang. Firman Allah SWT,

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja) sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman selain Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman?” (QS 9:16)

Dalam al-Quran, kata jihad hampir selalu diikuti dengan kalimat fi sabilillah (di jalan Allah), menjadi jihad fi sabilillah, yaitu berjuang melalui segala jalan dengan niat untuk menuju keridhaan Allah SWT (mardhatillah) dalam rangka mengesakan Allah SWT (menegakkan tauhidullah), dan bahwa jihad harus dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah serta norma-norma yang telah ditentukan Allah SWT.



Macam-Macam Jihad

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS 9:20)

Berdasarkan ayat tersebut, jihad terbagi dua, yaitu
1. Jihadul Maali (jihad dengan harta)
2. Jihadun Nafsi (jihad dengan diri atau jiwa raga).

Jihad dengan harta yaitu berjuang membela kepentingan agama dan umat Islam dengan menggunaan materi (harta kekayaan) yang dimiliki.

Jihadunnafsi yaitu berjuang dengan mengerahkan segala kemampuan yang ada pada diri berupa tenaga, pikiran, ilmu, kerampilan, bahkan nyawa sekalipun.

Ibnu Qayyim membagi jihad ke dalam tiga kategori dilihat dari pelaksanaannya, yaitu
1. Jihad mutlak,
2. Jihad hujjah,
3. Jihad ‘amm.

Jihad mutlak adalah perang melawan musuh di medan pertempuran (berjuang secara fisik). Jihad hujjah adalah jihad yang dilakukan dalam berhadapan dengan pemeluk agama lain dengan mengemukakan argumentasi yang kuat tentang kebenaran Islam (berdiskusi, debat, atau dialog). 

Ibnu Taimiyah menanamakan jihad macam ini sebagai “jihad dengan lisan” (jihad bil lisan) atau “jihad dengan ilmu dan penjelasan” (jihad bil ‘ilmi wal bayan). Dalam hal ini, kemampuan ilmiah dan berijtihad termasuk di dalamnya.

Sedangkan jihad ‘amm (jihad umum) yaitu jihad yang mencakup segala aspek kehidupan baik yang bersifat moral maupun material, terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Jihad ini dilakukan dengan mengorbankan harta, jiwa, tenaga, waktu, dan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Jihad ini adalah menghadapi musuh berupa diri sendiri (hawa nafsu), setan, ataupun musuh-musuh Islam (manusia).

Macam-Macam Jihad Menurut Imam Al-Ghazali 
1. Jihad Zahir -- jihad melawan orang yang tidak menyembah Allah SWT. 
2. Jihad menghadapi orang yang menyebarkan ilmu dan hujjah yang batil.
3- Berjihad melawan nafsu yang sentiasa menyeret manusia ke arah kejahatan. (Kitab Penenang Jiwa, Imam Al-Ghazali)

Ayat-Ayat dan Hadits tentang Jihad

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah , mereka itu mengharapkan rahmat Allah , dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Baqarah:218)

  • (Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah ; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah ), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. (Al Baqarah:273) 


  • Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar. (Ali 'Imran:142)

Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak terut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (An Nisaa':95) 
Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah Kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (Al Maa-idah:35) 
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah.(Akan tetapi jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Al Anfaal:72)
Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah , dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia. (Al Anfaal:74) 
Dan orang-orang yang beriman sesudah itu, kemudian berhijrah dan berjihad bersamamu maka orang-orang itu termasuk golonganmu (juga). Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah . Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al Anfaal:75)



  • Apakah kamu akan mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyatan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah , Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (At Taubah:16)

Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah . Mereka tidak sama di sisi Allah ; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim. (At Taubah:19).
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah ; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan. (At Taubah:20)
Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai lebih daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (At Taubah:24).
Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Allah . Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (At Taubah:41) 

Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta ijin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertaqwa. (At Taubah:44).

Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (At Taubah:73).

  • Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah: "Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas(nya)", jikalau mereka mengetahui. (At Taubah:81) 

Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung. (At Taubah:88)

Nabi s.a.w telah ditanya: Apakah yang dapat dibandingkan dengan jihad pada jalan Allah? Nabi s.a.w menjawab: Kamu tidak akan sanggup melakukannya. Pertanyaan tersebut diulang sehingga dua atau tiga kali. Tetapi baginda masih menjawab: Kamu tidak akan sanggup melakukannya. Pada kali yang ketiganya baginda bersabda: Perumpamaan orang yang berjihad pada jalan Allah samalah seperti seorang yang selalu berpuasa dan selalu melakukan ibadat malam serta taat kepada ayat-ayat Allah. Beliau tidak merasa letih dari puasa dan sembahyangnya sehinggalah orang yang berjihad pada jalan Allah itu kembali (HR Muslim).



Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya keluar berjuang di jalan Allah sepagi atau sepetang adalah lebih baik daripada dunia dan isinya (HR Muslim)

Sesungguhnya seorang lelaki telah datang kepada Nabi s.a.w dan bertanya: Siapakah orang yang paling baik dari kalangan manusia? Nabi s.a.w menjawab: Seseorang yang berjihad pada jalan Allah dengan harta benda dan jiwanya. Lelaki itu bertanya lagi: Kemudian siapa lagi? Nabi s.a.w menjawab: Seorang mukmin yang berada di kaki bukit dan beribadat kepada Allah serta menjauhkan manusia dari kejahatannya (HR Muslim).

Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: Allah tersenyum (reda) terhadap dua orang lelaki, salah seorang darinya membunuh yang seorang lagi namun kedua-duanya dimasukkan ke dalam Syurga. Para sahabat bertanya: Bagaimana boleh terjadi begitu wahai Rasulullah? Baginda bersabda: Seseorang yang ikut berperang pada jalan Allah lalu beliau mati syahid, kemudian orang yang membunuh tadi telah bertaubat dan Allah telah menerima taubatnya. Setelah memeluk Islam beliau juga turut keluar berperang pada jalan Allah, kemudian beliau juga mati syahid 
(HR Muslim).

Dengan menelaah tulisan yang dirangkum dari berbagai sumber di atas, insya Allah kita akan memahami Pengertian Jihad yang Sebenarnya. Wallahu a'lam bish-showabi. (www.risalahislam.com).

Jumat, 05 September 2014

Nama-nama neraka



Nama-nama neraka:
1. Neraka Jahanam
- (Tempat orang-orang kafir (Al Ankabut 68), Orang-orang durhaka (Maryam 86)
- Bahan bakar emas dan perak

2. Neraka Lazhaa
Al Qur’an Surat Al Maarij 15-16
”Sekali-kali tidak dapat, Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak, yang mengelupas kulit kepala”

3. Neraka Huthamah
Al Qur’an Surat Al Humazah 5-7 ”dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati”

4. Neraka Sa’iir
An Nisaa 10, ” Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka Sya’iir).

5. Neraka Saqar
Al Mudatsir 42-43. "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak Termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat”)

6. Jahim
At Takaatsur 6. ”Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim”)

7. Hawiyah
Al Qari’ah 8) dan Adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. tahukah kamu Apakah neraka Hawiyah itu? (yaitu) api yang sangat panas)

Musrik , Kafir , Murtad , Munafik



Neraka adalah tempat penyiksaan kelak diakhirat, didalamnya penuh dengan siksaan dan berbagai macam kesengsaraan serta penghinaan. Siksanya amat pedih, penjaganya malaikat-malaikat yang bengis, kasar dan kejam; tiada seorangpun yangdapat mengelakkan diri dari neraka kalau ia memang sudah dinasibkan masuk neraka oleh allah; dan tiada seorang pun yang dapat memberikan pertolongan kecuali pertolongannya.

kita sebagai orang beriman tentu tidak menginginkannya tempat kembalinya kelak diakhirat berada dineraka. Untuk menghindarkan diri dari cengkraman neraka jahanam yang sangat keras itu, hendaknya kita mengisi kehidupan dunia ini dengan penuh ketaatan dan kepatuhan terhadap perintah-perintah allah. 

Apa saja yang menjadi perintah-perintah allah dikerjakannya dan apa-apa yang dilarangnya ditinggalkan.

selanjutnya siapakah yang menjadi penghuni atau calon-calon neraka itu? Dalam hal ini allah melalui firmannya menegaskan bahwa neraka jahanam itu disediakan atau dihuni untuk orang-orang:

1. Musrik
2. Kafir
3. Murtad
4. Munafik
5. Manusia dan jin yang durhaka
6. Orang yang bergelimang dalam dosa.

mereka inilah calon penghuni neraka. Semoga kita tidak termasuk golongan tadi.
Patuhilahperintah-perintah allah dan jauhilah larangan-larangannya, niscaya kita menjadi orang yang diridhai-nya, diselamatkan dari siksanya dan dimasukkan kedalam surganya.

1. MUSRIK

Musrik ialah orang yang menyekutukan allah, menyejajarkan sesuatu dengan allah, baik dalam sifat, pembuatan-nya. Perbuatan tersebut disebut “syirik”. Syirik adalah termasuk dosa yang paling besar (nenek moyangnya dosa). Perbuatan syirik inilah yang mengantarkan seseorang masuk kedalam neraka.

 Perbuatan syirik ini adalah perbuatan yang tidak diampuni allah s.w.t, kecuali bagi yang dikehendakinya: oleh karena itu hendaknya kita jauhi perbuatan tersebut,atau sesuatu yang menjurus kepada syirik, baik dalam segi ucapan atau perbuatan yang mengandung unsur didalamnya menyamakan sesuatu dengan allah, menyamakan allah dengan mahluk-nya.

Allah memperingatkan kepada hambanya untuk menjauhi perbuatan syirik, sebagaimana yang tercantum dalam surat luqman 13. 

Dalam ayat ini luqman hakim (seorang ayah) yang sangat takut akan bahayanya syirik ini beliau mewasiatkan kepada anak nya
“dan (ingatlah”ketika luqman berkata kepada anaknya dan dia mengajarinya: “hai anakku, janganlah engkau menyekutukan allah, sesungguhnya menyekutukan allah itu adalah suatu kedzaliman yang besar.”

dan firmannya lagi dalam surat an-nisa ‘ayat 48,allah menegaskan bahwa dosa syirik itu adalah dosa yang tidak akan diampuni-nya, tetapi allah mengampuni dosa selain itu , bagi yang dikehendaki-nya.

“sesungguhnya allah tidak akan mengampuni (dosa) yang menyekutukannya dengan sesuatu (syirik)dan mengapuni dosa selain itu terhadap siapa yang dikehendakinya dan barang siapa yang mempersekutukan allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat dosa besar”.

2. KAFIR
Kafir ialah orang yang tidak beriman atau tidak beragama islam, perbuatannya disebut kufur. 

Orang kafir ini tidak mempercayai adanya allah,sifat-sifat yang dimilikinya, menolak ajaran-ajaran yang dibawa oleh para nabi dan rosulnya.mereka orang yang kafir ini menolak barang yang haq. 

Yang mengantarkan kebahagiaan didunia dan akhirat,sementara mereka menerima barang-barang yang bathil. Amal usahanya orang-orang kafir ini tidak diterima oleh allah. Bahkan amal usahanya itu akan menghantarkan ke dalam neraka, sebagai tempat tinggalnya yang abadi di akhirat.

ancaman yang diberikan oleh allah untuk orang-orang kafir adalah neraka,dan orang kafir inilah sebagai calon penghuninya. Sebagaimana firman-nya dalam surat al-baqarah ayat 6-7

“sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, merekatidak akan beriman. Allah telah menutup hati dan pendengaran mereka, dan pada penglihatan mereka ada penutup, dan bagi adzab yang pedih.”

juga disebutkannya lagi:“dan orang-orang yang ingkar dan mendustakan ayat-ayat kami, mereka itu adalah penghuni neraka jahanam.”(qs.al-maidah ayat 10)
dan firman-nya lagi:

“sesungguhnya orang-orang kafir, sekiranya mereka memilikiapa yang dibumi seluruhnya, dan sebanyak itu lagi (tambahannya) untuk menebus dengannya dari adzab hari kiamat, niscaya tidak kalian diterima dari mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih.” (qs.al-maidah: 36).


3. MURTAD
Murtad ialah orang islam yangkeluar dari agamanya: berganti agama. Perbuatan semacam ini dinamakan “riddah” yang menyebabkan iman seseorang gugur. Murtad bias disebakan oleh syirik: menyangkal salah satu atau seluruh rukun islam dan rukun iman; menghina atau mempermainkan agama,menghalalkaan yang haram dan mengharamkan yang halal. 

Murtad radalah merupakan perbuatan dosa besar yang mengantarkan seseorang menjadi penghuni neraka kelak pada hari kiamat. Dalam hal ini allah menegaskan dalam al-qur’an surat al-baqarah ayat 217.

“barang siapa yang murtad (kembali kepada kekafiran) diantara kamu yang beragama islam, lalu dia mati dalam kekafiran (pula) maka mereka sia-sia amalan mereka dunia dan di akhirat dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.”

4. MUNAFIK
Munafik adalah orang yang bermuka dua, mengaku beriman padahal hatinya ingkar, dimulutnya tapi hatinya busuk, perbuatan ini disebut nifaq, yang sangat berbahaya dalam kehidupan ini. Kelihatannya ia menjadi pembela islam, tapi dalam hatinya musuh islam. Nabi muhammad saw memberikan cirri khas kepada orang munafik (bermuka dua) dalam satu hadistnya:

“tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu: apabila berkata ia dusta, apabila ia berjanji ia ingkari, danapabila ia dipercaya ia mengkhianati.”

perbuatan nifaq ini menyebabkan seseorang menjadi penghuni neraka.
dalam surat at-taubah ayat 68, allah memberikan ancaman kepada munafik laki-laki dan munafik perempuan dengan neraka jahanam.

“allah telah menjanjikan (mengancam) orang-orang munafik laki-laki dan orang-orang munafik perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka jahanam, mereka kekal didalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka dan allah melaknat mereka dan bagi mereka adzab yang kekal.” (qs. At taubah: 68)

dan firmannya yang lain, allah menempatkan orang-orang munafik itu didalam neraka yang paling bawah (kerak neraka).

“sesungguhnya orang-orang munafik (ditempatkan) pada tingkat yang paling bawah dari neraka, dan engkau tidak akan mendapat seorang penolongpung bagi mereka.”

5. MANUSIA DAN JIN YANG DURHAKA

Manusia dan jin yang durhaka kepada allah, tidak mau mematuhi dan menaati perintah-perintah allah, kelak pada hari kiamat akan dicampakkan oleh allah ke dalam neraka.

pada dasarnya manusia dan jin oleh allah diperintahkan untuk menaati perintah-perintahnya dan menjauhi larangannyaoleh karena itu manusia dan jing ada yang mukmin dan yang kafir. 

Manusia itu ada yang mukmin dan yang kafir, demikian juga dengan jin (mahluk halus) ada yang mukmin dan yang kafir. Manusia dan jin yang kafir (melanggar larangan-larangan allah) inilah yang menjadi penghuni neraka. 

Sebagaimana yang ditegaskan dalam al-qur’an surat huud ayat 119:
“sungguh aku (allah) akan penghuni neraka jahanam itu dengan jin dan manusia (yang durhaka kepada allah).”

dan dalam firman-nya yang lain allah juga menegaskan mengenal manusia dan jin itu sama-sama mahluk allah yang sama-sama memikul beban tugas kewajiban untuk melaksanakan perintah-nya.

“dan aku (allah) tidak ciptakan jin dan manusia supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-ku.” (qs. Adz-dzariyaat: 56)

6. ORANG YANG BERGELIMANG DALAM DOSA BESAR

Orang muslim laki-laki atau perempuan yang tindak tanduk-nya tidak sesuai denga ajaran islam, bertentangan dengan syariat islam, bertentangan dengan qur’an maupun hadizt dan belum sempat bertaubat (memperbaiki diri) sampai akhir hayatnya, mereka inilah yang menjadi penghuni neraka.

Jadi seorang yang mengaku dirinya islam, kemudian tingkah lakunya tidak sesuai dengan perintah allah, misalnya ia meninggalkan sholat, tidak berpuasa ramadhan, melakukan perbuatan zina, atau dengan dalam kata lain mereka bergelimangan perbuatan-perbuatan dosa besar, maka mereka ini tercatat sebagai calon-calon penghuni neraka.

kecuali kalu mereka sebelum akhir hayatnya, mau bertaubat kepada allah, kembali kepada jalan yang benar, jalan yang lurus, niscaya allah akan mengampuninya dan menghapus kesalahan-kesalahannya. Allah maha penerima taubat, siang malam allah senantiasa membuka pintu taubat yang dselenggarakan bagi hamba-hambanya.

orang-orang islam yang melanggar larangan allah, misalnya tidak mengerjakan solat, tidak berpuasa ramadhan, oleh sebagian ulama orang islam semacam ini digolongkan sebagai orang-orang fasik.

mereka yang tergolong orang-orang fasik ini akan ditempatkan oleh allah didalam neraka ditingkatan yang paling atas, tidak sebagaimana terhadap orang-orang munafik.

dengan demikian keenam golongan yang disebutkan dalamal-qur’an tersebut diatas, itulah yang menjadi isi dari neraka jahanam, sebagai calon-calon penghuni neraka. 

Semoga kita mendapat limpahan rahmat dan petunjuk dari allah,sehingga kita semua mau melaksanakan perintah-perintah allah dan jauhi larangan-larangannya dan pada akhirnya kita diselamatkan dari siksa api neraka.

didalam al-qur’an banyak ayat-ayat membayangkan bahwa neraka jahanam adalah suatu tempat siksaan yang disediakan untuk orang-orang yang berdosa, durhaka kepada allah, tidak mentaati perintah dan larangannya, maka sebagai gantinya allah menyediakan tempat siksaan atas perbuatan mereka itu, bahwa mereka diakhirat kelak akan ditempatkan di neraka (jahannam), dan hal itu akan kekal didalamnya dan ada pula yang dibuat sementara, buat masa tertentu.

jadi dalam hal ini, penghuni neraka itu ada yang kekal dan ada yang sementara waktu, tetapi penghuni surga itu kekal selamanya.

Orang-orang yang disiksa dineraka (jahanam) yang buat sementara (dalam masa tertentu sesuai dengan amalannya) ialah orang-orang yang didalam hatinya tergores, terselinap suatu keyakinan dalam mengucapkan kalimat tauhid,laa ilaahaillallaah. 

Dengan kata lain, mereka itu adalah orang-orang muslim laki-laki dan perempuan, yang diatasdunia ini sedang menyandang dosa, melanggar larangan-larangan allah, misalnya tidak pernah melakukan solat, ia disiksa atas dosa-dosany, sesudah mengalami di surga. Jadi orang-orang islam yang masih ada goresan iman dalam batinnya namun padakehidupannya, ia selalu menerjang larangan allah, mereka ini tidak langsung masuk surga, tetapi mampir dineraka dahulu untuk merasakan dosa-dosa yang pernah mereka kerjakan.

Selasa, 02 September 2014

Pemuda Islam Ayo Bangkit !



Sesungguhnya yang diinginkan oleh Islam adalah sebagian besar waktumu, hampir seluruh hartamu, dan segarnya masa mudamu, Islam menghendaki dirimu, seluruhnya. Islam menghendaki saat kamu bertenaga, bukan saat sudah loyo. Islam menghendaki masa mudamu, waktu kuatmu, masa perkasamu, dan bukan masa rentamu. Islam menghendaki semua yang terbaik, termulia dan teragung darimu

ICMS 2014 Mahasiswa dan Perubahan

ICMS 2014: We Need Khilafah, Not Democracy
Mahasiswa dan Perubahan

Agen Perubahan adalah frasa yang selalu layak disematkan pada mahasiswa, khususnya mahasiswa Indonesia. Hampir setiap episode pergolakan sosio-politik di negeri ini, mahasiswa turut andil di dalamnya, bahkan tak jarang menjadi katalisator utama munculnya perubahan-perubahan besar yang berdampak luas.

Terlepas dari beragamnya ide yang diemban, catatan sejarah membuktikan bahwa mahasiswa selalu hadir untuk perubahan. Lihatlah mahasiswa era Sumpah Pemuda, Gerakan Mahasiswa 45, Angkatan 66, Malari 74, Gema 77/78, gerakan mahasiswa pasca NKK/BKK, hingga gerakan mahasiswa 98 yang melahirkan reformasi. Meski pasang dan surut, sejatinya mahasiswa tidak akan lepas dari fitrahnya yakni ‘merancang perubahan’.

Oleh karena itu arah Indonesia ke depan juga bergantung pada daya dorong mahasiswa untuk ‘memicu’ lahirnya perubahan.

We Need Khilafah, Not Democracy

Namun sayangnya sejarah menunjukan bahwa arah perjuangan mahasiswa lebih banyak bersuara untuk demokrasi, padahal sesungguhnya demokrasilah biang dari rusaknya negeri ini.

Berbagai perundang-undangan yang mencekik hak rakyat lahir atas nama demokrasi. Berkat demokrasi pula kapitalis dan Asing dengan mudahnya menghegemoni Indonesia. Ini adalah konsekuensi dari diterapkannya sistem yang memang telah rusak dari akar filosofisnya. Maka tidak heran jika penerapan demokrasi akan selalu dekstruktif.

Indonesia hari ini dan ke depan bukan lagi butuh demokrasi atau masih berharap pada proses berdemokrasi. Justru demokrasilah yang mesti dicampakkan! Kemudian digantikan dengan ideologi dan sistem yang paripurna, matang secara konseptual dan terbukti secara empiris mampu membawa kebangkitan.

Satu-satunya harapan hanya pada Islam. Sebagai ideologi yang melahirkan sistem kehidupan paripurna dalam berbagai aspeknya, Islam mampu menjawab berbagai problematika manusia. Oleh karena itu arah perubahan mesti diarahkan pada penerapan Islam, yaitu dengan ditegakkannya institusi Khilafah.

Khilafah sebagai institusi yang akan menerapkan Islam secara sempurna akan menuntaskan semua kebobrokan akibat diterapkannya demokrasi.
Walhasil sudah saatnya mahasiswa mengganti mainstream perjuangannya dengan seruan Islam, seruan penegakkan Khilafah. Saatnya mahasiswa menyeru We Need Khilafah, Not Democracy.



ICMS 2014
Demi mewujudkan perubahan tersebut, mahasiswa Indonesia dan berbagai pergerakannya perlu menyatukan mainstream perjuangan dan mengkristalkan opini perubahan ke arah Islam. Oleh karena itu Mahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia sebagai salah satu pergerakan mahasiswa Indonesia, berupaya menciptakan opini umum tersebut dan menyatukan mainstream perjuangan mahasiswa dengan menyelenggarakan ICMS (Indonesia Congress of Muslim Students) 2014.

Kongres ini adalah terbesar dalam sejarah pergerakan mahasiswa Indonesia. Kongres insya Allah dilaksanakan di 73 Kota besar seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua, mulai 10 Oktober 2014 dan puncaknya diselenggarakan di Jakarta, 02 November 2014, tepat di depan pusat penguasa yakni Istana Merdeka.

Insya Allah akan hadir dalam puncak acara tersebut, 25.000 aktivis dan 1000 pergerakan mahasiswa.

Sesungguhnya agenda ini dilaksanakan atas dasar keimanan kepada Allah SWT. dan menjalakan perintah-Nya. Mencampakkan sistem kufur demokrasi adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi. Penerapan demokrasi bertentangan dengan akidah Islam karena demokrasi telah meletakkan kedaulatan ditangan manusia.

Secara faktual demokrasi juga telah menjadi biang segala kebobrokan yang terjadi di negeri ini. Maka tidak ada lagi alasan untuk melanggengkan sistem kufur tersebut.

Di sisi lain Allah SWT sesungguhnya telah mewajibkan penerapan Islam secara kaaffah melalui ditegakkannya Khilafah. Secara konseptual dan empiris Khilafah juga terbukti mampu membawa umat manusia menuju kebangkitan hakiki sebagaimana tercatat dalam sejarahnya yang panjang.

Maka tidak ada lagi seruan perjuangan yang hakiki selain seruan Islam, seruan penegakkan Khilafah. Melalui ICMS 2014, mahasiswa menyeru “We Need Khilafah, Not Democracy