Selasa, 02 September 2014

ICMS 2014 Mahasiswa dan Perubahan

ICMS 2014: We Need Khilafah, Not Democracy
Mahasiswa dan Perubahan

Agen Perubahan adalah frasa yang selalu layak disematkan pada mahasiswa, khususnya mahasiswa Indonesia. Hampir setiap episode pergolakan sosio-politik di negeri ini, mahasiswa turut andil di dalamnya, bahkan tak jarang menjadi katalisator utama munculnya perubahan-perubahan besar yang berdampak luas.

Terlepas dari beragamnya ide yang diemban, catatan sejarah membuktikan bahwa mahasiswa selalu hadir untuk perubahan. Lihatlah mahasiswa era Sumpah Pemuda, Gerakan Mahasiswa 45, Angkatan 66, Malari 74, Gema 77/78, gerakan mahasiswa pasca NKK/BKK, hingga gerakan mahasiswa 98 yang melahirkan reformasi. Meski pasang dan surut, sejatinya mahasiswa tidak akan lepas dari fitrahnya yakni ‘merancang perubahan’.

Oleh karena itu arah Indonesia ke depan juga bergantung pada daya dorong mahasiswa untuk ‘memicu’ lahirnya perubahan.

We Need Khilafah, Not Democracy

Namun sayangnya sejarah menunjukan bahwa arah perjuangan mahasiswa lebih banyak bersuara untuk demokrasi, padahal sesungguhnya demokrasilah biang dari rusaknya negeri ini.

Berbagai perundang-undangan yang mencekik hak rakyat lahir atas nama demokrasi. Berkat demokrasi pula kapitalis dan Asing dengan mudahnya menghegemoni Indonesia. Ini adalah konsekuensi dari diterapkannya sistem yang memang telah rusak dari akar filosofisnya. Maka tidak heran jika penerapan demokrasi akan selalu dekstruktif.

Indonesia hari ini dan ke depan bukan lagi butuh demokrasi atau masih berharap pada proses berdemokrasi. Justru demokrasilah yang mesti dicampakkan! Kemudian digantikan dengan ideologi dan sistem yang paripurna, matang secara konseptual dan terbukti secara empiris mampu membawa kebangkitan.

Satu-satunya harapan hanya pada Islam. Sebagai ideologi yang melahirkan sistem kehidupan paripurna dalam berbagai aspeknya, Islam mampu menjawab berbagai problematika manusia. Oleh karena itu arah perubahan mesti diarahkan pada penerapan Islam, yaitu dengan ditegakkannya institusi Khilafah.

Khilafah sebagai institusi yang akan menerapkan Islam secara sempurna akan menuntaskan semua kebobrokan akibat diterapkannya demokrasi.
Walhasil sudah saatnya mahasiswa mengganti mainstream perjuangannya dengan seruan Islam, seruan penegakkan Khilafah. Saatnya mahasiswa menyeru We Need Khilafah, Not Democracy.



ICMS 2014
Demi mewujudkan perubahan tersebut, mahasiswa Indonesia dan berbagai pergerakannya perlu menyatukan mainstream perjuangan dan mengkristalkan opini perubahan ke arah Islam. Oleh karena itu Mahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia sebagai salah satu pergerakan mahasiswa Indonesia, berupaya menciptakan opini umum tersebut dan menyatukan mainstream perjuangan mahasiswa dengan menyelenggarakan ICMS (Indonesia Congress of Muslim Students) 2014.

Kongres ini adalah terbesar dalam sejarah pergerakan mahasiswa Indonesia. Kongres insya Allah dilaksanakan di 73 Kota besar seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua, mulai 10 Oktober 2014 dan puncaknya diselenggarakan di Jakarta, 02 November 2014, tepat di depan pusat penguasa yakni Istana Merdeka.

Insya Allah akan hadir dalam puncak acara tersebut, 25.000 aktivis dan 1000 pergerakan mahasiswa.

Sesungguhnya agenda ini dilaksanakan atas dasar keimanan kepada Allah SWT. dan menjalakan perintah-Nya. Mencampakkan sistem kufur demokrasi adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi. Penerapan demokrasi bertentangan dengan akidah Islam karena demokrasi telah meletakkan kedaulatan ditangan manusia.

Secara faktual demokrasi juga telah menjadi biang segala kebobrokan yang terjadi di negeri ini. Maka tidak ada lagi alasan untuk melanggengkan sistem kufur tersebut.

Di sisi lain Allah SWT sesungguhnya telah mewajibkan penerapan Islam secara kaaffah melalui ditegakkannya Khilafah. Secara konseptual dan empiris Khilafah juga terbukti mampu membawa umat manusia menuju kebangkitan hakiki sebagaimana tercatat dalam sejarahnya yang panjang.

Maka tidak ada lagi seruan perjuangan yang hakiki selain seruan Islam, seruan penegakkan Khilafah. Melalui ICMS 2014, mahasiswa menyeru “We Need Khilafah, Not Democracy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar