Kamis, 24 April 2014

Ekonomi kemasjidan - Dari Masjid Kita Bangkit !


 
Manajemen masjid ekonomi masjid from Rendra Visual 

Ekonomi kemasjidan - dari masjid kita bangkit dari masjid kita bangun peradaban Dunia.
Ada sekitar 1000.000 Masjid di INDONESIA potensi yang sangat besar akan ada 1000.000 baitul mal dan pesantren di indonesia . 

Dengan hanya menggalakan kembali ZIS (Zakat , Infak , sedekah )akan banyak orang miskin bisa makan, akan ada banyak orang sakit bisa berobat, akan ada banyak anak yatim terurusi.

"BUKAN MEMINTA YANG BISA MENJADIKAN KITA KAYA TAPI MEMBERI AKAN MEMBUAT KITA KAYA ".

slide dibawah ini akan menambah konsep dasar ekonomi kemasjidan , buka hanya diberi bantuan tapi masyarakat dibina akidahnya (tauhidnya) di rubah mind set meminta menjadi memberi dan menjadi ornag yang kuat fisiknya, qolbunya hatinya, kecerdasan intelektualnya, dan kuat secara ekonominya .

Ayo bejuang untuk dimakmurkan Masjid 
Kalau kita berjamaah pasti bisa , satukan hati yang berserakan , lepas atribut kepentingan dan golongan. Buang syirik dan musyrik luruskan niat rapatkan barisan menuju panggilang kemenangan. 

 
Berbagi Amplop Rezeki from M. Arief Budiman 

Allahu Akbar, Allahu Akbar (2 kali)
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar"

Asyhadu alla ilaha illallah (2 kali)
"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah"
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (2 kali)
"Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah"

Hayya 'alash sholah (2 kali)
"Mari menunaikan salat"

Hayya 'alal falah (2 kali)
"Mari meraih kemenangan"

Ashsalatu khairum minan naum (2 kali)
"Shalat itu lebih baik daripada tidur" (hanya diucapkan dalam azan Subuh)

Allahu Akbar, Allahu Akbar (1 kali)
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar"

Lailaha ilallah (1 kali)
"Tiada Tuhan (sesembahan) selain Allah"



Ust. Bachtiar Nasir: Pendekatan Terbaik Terhadap Al Qur'an



Dalam Kuliah Subuhnya di Masjid Jami' Kemukiman Lueng Bata, Banda Aceh, 13 April 2014, Ust. Bachtiar Nasir memaparkan tentang Pendekatan Terbaik Terhadap Al Qur'an seperti yang Al Qur'an sendiri inginkan, takni Tadabbur Al Qur'an

La ilaha illallah, Sebuah Puisi dari KH Mustofa Bisri



Kaum beragama negeri ini

Tuhan lihatlah betapa baik kaum beragama negeri ini

Mereka tak mau kalah dengan kaum beragama lain di negeri-negeri lain

Demi mendapatkan ridhlo-Mu mereka rela mengorbankan saudara-saudara mereka

Untuk merebut tempat terdekat di sisi-Mu

Mereka bahkan tega menyodok dan menikam hamba hamba-Mu sendiri

Demi memperoleh rahmat-Mu
Mereka memaafkan kesalahan dan mendiamkan kemungkaran

Bahkan mendukung kelaliman

Untuk membuktikan keluhuran budi mereka

Terhadap setanpun mereka tak pernah berburuk sangka

Tuhan lihatlah betapa baik kaum beragama negeri ini

Mereka terus membuatkan-Mu rumah rumah mewah diantara gedung-gedung kota

Hingga di tengah-tengah sawah dengan kubah-kubah megah

Dan menara-menara menjulang untuk meneriakkan nama-Mu

Menambah segan dan keder hamba-hamba kecil-Mu yang ingin sowan kepada-Mu

Nama-Mu mereka nyanyikan dalam acara hiburan hingga pesta agung kenegaraan
Mereka merasa begitu dekat dengan-Mu hingga masing-masing merasa berhak mewakili-Mu

Yang memiliki kelebihan harta membuktikan kedekatannya dengan harta yang Kau berikan

Yang memiliki kelebihan kekuasaan membuktikan kedekatannya dengan kekuasaan yang Engkau limpahkan

Yang memiliki kelebihan ilmu membuktikan kedekatannya dengan ilmu yang Engkau kurniakan

Mereka yang Engkau anugerahi kekuatan seringkali bahkan merasa diri Engkau sendiri

Mereka bukan saja ikut menentukan ibadah

Tapi juga menetapkan siapa ke surga siapa ke neraka

Mereka sakralkan pendapat mereka

Dan mereka akbarkan semua yang mereka lakukan

Hingga takbir dan ikrar mereka yang kosong bagai perut bedhug

Allahu Akbar walillah hilham

Syahadat inilah kesaksianku inilah pernyataanku inilah ikrarku

La ilaha illallah tak ada yang boleh memperhambaku kecuali Allah

Tapi nafsu terus memperhambaku
La ilaha illallah tak ada yang boleh menguasaiku kecuali Allah

Tapi kekuasaan terus menguasaiku
La ilaha illallah tak ada yang boleh menjajahku kecuali Allah

Tapi materi terus menjajahku

La ilaha illallah tak ada yang boleh mengaturku kecuali Allah

Tapi benda mati terus mengaturku

La ilaha illallah tak ada yang boleh memaksaku kecuali Allah

Tapi syahwat terus memaksaku

La ilaha illallah tak ada yang boleh mengancamku kecuali Allah

Tapi rasa takut terus mengancamku

La ilaha illallah tak ada yang boleh merekayasaku kecuali Allah
Tapi kepentingan terus merekayasaku

La ilaha illallah hanya kepada Allah aku mengharap

Tapi kepada siapapun Masya Allah aku mengharap

La ilaha illallah hanya kepada Allah aku memohon

Tapi kepada siapapun Masya Allah aku terus memohon

La ilaha illallah hanya kepada Allah aku bersimpuh

Tapi kepada apapun Masya Allah aku terus bersimpuh

La ilaha illallah hanya kepada Allah aku bersujud

Tapi kepada apapun aku terus bersujud

La ilaha illallah…

Masya Allah…

source: here
pic source: here

Rabu, 23 April 2014

Ust. Bachtiar Nasir: Pendekatan Terbaik Terhadap Al Qur'an



Dalam Kuliah Subuhnya di Masjid Jami' Kemukiman Lueng Bata, Banda Aceh, 13 April 2014, Ust. Bachtiar Nasir memaparkan tentang Pendekatan Terbaik Terhadap Al Qur'an seperti yang Al Qur'an sendiri inginkan, takni Tadabbur Al Qur'an.

Ust Bachtiar Nasir : Al-Quran Sumber Inspirasi



Ust. Bachtiar Nasir, Felix Siauw, & Sahrul Gunawan berbagi tentang Al-Quran sebagai Sumber Inspirasi

Selasa, 22 April 2014

Keutamaan Masjid - Love Masjid




Berbagi Amplop Rejeki - Cara Kreatif Bersedekah

ini adalah program untuk secara kecil-kecilan mencoba mengurangi jumlah para pengemis di negeri ini, utamanya yang menjadikan mengemis sebagai profesinya, karena keterdesakan kurangnya harta atau karena malas tidak mau bekerja yang lain. Sedangkan untuk pengemis berdasi, biarlah KPK dan kepolisian yang urus saja, program ini tidak mengarah ke sana.


Ide awalnya berasal dari pembicaraan antara teman-teman di Petakumpet, Rekarupa (Iqbal, Rahmat) dan Mas Bram Satya (Lunar).

Oya, sekali lagi target audiens yang disasar adalah: pengemis, baik asli maupun tiban. 

Program ini bertujuan mengubah mindset dari pola pikir miskin menjadi berpola pikir kaya. Dari kebiasaan meminta menjadi memberi. 

Intinya: daripada ngasih duit doang ke pengemis yang tidak mendidik, dengan ini dikasih bonus pemahaman sederhana tentang manfaat memberi dan mencari rezeki dengan cara yang benar. 

Kita siapin beberapa Amplop Rejeki di dashboard mobil sehingga bisa dibagikan di lampu merah, saat Sholat Ied, saat selesai Jumatan, saat di pasar, dimana saja kita melihat Saudara-saudara kita yang perlu diperbaiki mental dan pola pikirnya dalam mencari rezeki. 

Tingkat keberhasilan program ini seperti apa? Jika kita berikan 10 amplop, Insya Allah 1 atau 2 orang yang tergerak hatinya untuk mulai berfikir ulang tentang pekerjaannya mengemis itu sudah cukup. 1 orang pengemis saja mau mulai memberi lima ratus rupiah pada kawannya sesama pengemis itu modal awal yang cukup. Tentu, program ini akan ada kelanjutannya lagi.



Program ini telah mulai dijalankan di akhir Ramadhan 1431 H kemarin, saat Lebaran maupun setelahnya. Program ini pun terus dilanjutkan karena para pengemis masih banyak di sekitar kita.



Desain ini juga silakan disebarkan seluas mungkin, sebanyak-banyaknya, oleh siapapun yang tertarik untuk sama-sama berjuang menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang gemar berbagi, bukan bangsa dengan mental peminta-minta. Tak perlu sebutkan sumbernya, desainer awalnya, konseptornya, tak perlu. Ini semacam software Linux, biarlah menggelinding bagai bola salju menebarkan kebaikan. Mau kasih nama perusahaan, merk atau apapun di materi amplopnya juga boleh, it's freedom to do good things. 



Demikian, mohon masukan, kritikan untuk perbaikannya. Dan mari bekerjasama untuk melakukan hal-hal yang baik, mewujudkan Rahmatan lil 'Alamiin.