Senin, 06 April 2015

NGAJI KREATIF - (Dakwah) Jangan Sampai Kalah Kreatif



NGAJI KREATIF
(Dakwah) Jangan Sampai Kalah Kreatif

Bersama:
Abi Chondro (Syarekat Kreatifiyah)
Andika Dwijatmiko (Syafa'at Marcomm)

Kreatif adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru. Muslim kreatif sebenarnya sesuatu yang biasa karena setiap manusia dianugerahkan kekreatifan oleh-Nya. Seorang muslim harus kreatif mencari solusi, mencari ide.

 Dakwah Kreatif bagi Mas Abi Chondro
Perjalanan Mas Abi Chondro diawali dengan semangatnya mengejar passion, hingga akhirnya beliau menemukan kebahagiaan di dunia visual (desain). Dari sana, beliau juga memperoleh uang. Namun beliau terbentur oleh sebuah pertanyaan,"Setelah itu, lalu apa?" Kemudian beliau mencari orang untuk berbincang mengenai kegalauannya. Beliau merasakan kehampaan dalam hidupnya.

Akhirnya beliau menemukan Mas Indra dan berbincang dengannya. Mas Abi Chondro menilai Mas Indra menemukan kebermaknaan hidup di dunia desain dari majalah online yang dikelolanya, Bajigur. Tak lama kemudian, Bajigur membuat social movement untuk orang-orang yang terkena kanker darah.

Dari sana, Mas Abi Chondro menyimpulkan orang kreatif dapat membantu orang lain. Beliau mendapatkan pencerahan bahwa sbenarnya ujung pencarian hidup kita adalah kebermanfaatan untuk orang lain, dan kita dapat memaksimalkan itu dengan passion kita.

Selanjutnya, Mas Abi Chondro stalking Syafa'at. Beliau tertarik karena sistem marketing communication-nya yang berbasis syari'ah. Ternyata marketing communication dapat bersanding dengan syari'ah. Keduanya bisa digabungkan dan tidak berbenturan.

"Creative people can change the world."

Secara natural, orang-orang kreatif memang diciptakan untuk mengubah dunia. Misalnya saja Bill Gates, Steve Jobs. Obama dapat menjadi presiden karena berawal dari facebook.

Mas Abi Chondro menemukan korelasi antara dunianya dan tujuan Allah menciptakannya. Dalam Adz Dzariyat ayat 56, beliau berpikir,"Kalau Allah menciptakan untuk beribadah, mengapa Allah menunjukkan saya ke dunia kreatif?" Singkat cerita, beliau menyimpulkan bahwa Allah menciptakannya di dunia kreatif untuk beribadah kepada Allah melalui dunia kreatif.

Jika Rasulullah memerintahkan kita menyampaikan hanya satu ayat dan kita sebagai seorang muslim memiliki kewajiban berdakwah. Setelah itu, beliau membuat brand kaos yang memiliki pesan positif. Tak lama kemudian, beliau menemukan orang-orang yang memiliki keresahan yang sama melalui facebook. Lalu beliau mendirikan Syarekat Kreatifiyah Indonesia. Setelah berkumpul, mereka dapat berkolaborasi menciptakan hal positif yang dapat bermakna bagi dakwah.

 Syarekat Kreatifiyah Indonesia
Forum ini dibuat tahun 2011. Selama perjalanannya, Syarekat Kreatifiyah telah membuat kalender hijriyah yang dapat di-download secara gratis. Produk ini ternyata merupakan sesuatu yang dibutuhkan. Ini terlihat dari banyaknya jumlah download yang berhasil terekam. Selain itu, Syarekat Kreatifiyah juga sempat berkolaborasi dengan Hijabographic.

 Menemukan Metode Baru
Suatu hari, Mas Abi Chondro mempunyai rencana untuk meng-counter Valentine. Rencana ini diinisiasi selama 2 bulan sebelum Valentine. Namun ternyata project ini gagal. Kemudian beliau mengevaluasi,"Apakah niat saya salah?" Lalu beliau menuliskannya di facebook. Beliau menyampaikan keinginannya memiliki tim yang menangani permasalahan dakwah. Ternyata ide ini berjalan. Banyak orang yang menceritakan permasalahan dakwah kepada Mas Abi Chondro dan timnya. Lalu mereka membuat brainstorming dan mencoba menyelesaikan permasalahan dakwah tersebut.

 Kreatif Syar'iy
Kegalauan Pak Andika bermula ketika melihat iklan mobil bagus dan wanita yang berdiri di sampingnya. Apa hubungannya? Ada pula iklan pakaian dalam oleh David Beckam. Iklan tersebut ditampilkan dalam poster berukuran sangat besar dan dipasang di sebuah gedung yang didatangi oleh banyak wanita. Apakah kreatif sebatas itu?

Di sisi lain, ada juga iklan kursi yang menggunakan wanita telanjang sebagai modelnya. Apakah kreatif selalu begitu?

Pak Andika kemudian mencoba mencari di Google dengan kata kunci "desain Islami". Lalu yang muncul hanyalah beberapa gambar dengan kata Islam. Kemudian beliau mencoba mencari dengan kata kunci "desain komunikasi syari'ah". Lalu yang muncul adalah iklan bank syariah. Beliau berpikir,"Apakah syariah hanya untuk bank?" Kemudian Pak Andika mencoba merumuskan seperti apa desain yang syar'i?

1⃣ Frame of mind
Artinya, sesuai apa yang ada dalam kepala kita. Yang perlu dipahami adalah, ide, gagasan, maupun kreatifitas itu tidak bebas nilai.

2⃣ Frame of work
Cobalah melakukan beberapa hal, di antaranya memastikan barang dan jasanya halal; eksekusinya sesuai syari'at; akad dan layanan yang syar'i dan transparan sejak awal. Selain itu, perlu juga memahami syari'at Islam dan aplikasinya.

 Branding syari'ah
Branding syariah bukan hanya sebatas:
kusatsapeji
(kubah, kaligrafi, masjid, ketupat, sarung, tasbih, sajadah, peci, dan jilbab).

Dakwah non muslim saat ini menyusup ke hal-hal di atas. Kita harus jeli dalam menggunakannya.

Dengan batasan-batasan yang dimiliki dalam Islam, branding yang syar'i akan dapat hadir dengan kreativitas yang lebih baik. Jika syari'ah diterapkan oleh orang-orang kreatif, maka akan memicu kreatifitas orang-orang syari'ah tersebut.

Beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam branding:
1⃣ Visual
Perhatikanlah fotografi maupun unsur vandalisme di dalamnya.

2⃣ Tagline
Perhatikanlah, apakah tagline yang digunakan sudah sopan atau malah jorok dan terlihat vulgar.

3⃣ Pemikiran, ide kreatif
Jangan sampai ide yang ditularkan ke audience adalah sesuatu yang sifatnya kurang baik.

Jumat, 03 April 2015

Menjadi manusia Ulil Albab - kaos distro muslim


Konsep kaos dakwah ulil albab di konsep satu tahun yang lalu tahun 2014. Cerita dibalik ide kaos ini dikarenakan pada waktu itu sang designer lagi mencari -cari saiap sih Tuhan yang sebenarnya . Pengamatan mengenai tanda-tanda ciptaan alam yang begitu hebatnya menghasilkan titik temu bahwa dunia ini alam semesta tidak mungkin terjadi begitu saja . Pasti ada sang pencipta, yang mengatur, menciptakan, memelihara alam semesta yang begitu luas ini.

 Dalam setiap kejadian di alam semesta ini benda-benda dan makhluk di alam ini adalah bukti Nyata bahwa ada sang pencipta yang mengatur, memelihara, dan menciptakan alam semesta beserat isinya.

Dengan melihat ayat-ayat quniyah Allah berupa alam ini menambah keyakinan kita bahwa Allah itu ada , Allah maha besar, Allah maha esa , tiada sekutu baginya .

Hanya Allah yang layak disembah , ditaati, bukan amkhluk atau sesuatu yang lemah lainnya. Allah maha besar , Allah maha perkasa, pencipta langit dan bumi.



Surat Ali ‘Imran Ayat 190-191
190Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.

Dari mana kita bersal ? untuk apa kita hidup didunia ini ? mau kemana setelah kita mati nanti ? 

Selasa, 31 Maret 2015

Kini Era-nya pakai kaos dakwah



Kaos dakwah,  wah makanan apaan itu ? bukan makanan bro ini adalah project persembahan pemuda jogja untuk 3000.000 pemuda INDONESIA di 2015 

Obsesi JOGJA DISTRO MUSLIM tahun ini adalah berhasil mendistribusikan 3 juta kaos dakwah ke seluruh penjuru tanah air di 70 kota di INDONESIA 

Bayangkan saja akan ada 3 juta pesan dakwah bertebaran di jalan 
salah satu project yang laris manis adalah kaos polo Obsesi Anak Sholeh 
kaos ini diproduksi dengan simple tapi punya pesan yang wow  

cocok buat kuliah 
cerita dikit ide pembuatan kaos tema ini adalah ketika di kampus dulu banyak banget temen-temen yang menunda waktu sholat . Malah kadang sholat sampai molor-molor dari dzuhur eh sholatnya mau ashar.

Karena itu kita bikin gebrakan beberapa orang di kampus yang peduli akhirnya bikin kampaye iklan lewat kaos yang bisa mobile jalan-jalan ke kantin bisa, perpus bisa , buat ke kelas bisa 

Alhamdulillah keren deh pokonya 
temen-temen punya ide apa nih tema polo berikutnya 

Add pin BB dan nomor kami ya 
SPIRIT FOR BETTER 

Minggu, 29 Maret 2015

Tiga Juta kaos muslim untuk Indonesia

Industri kreatif indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata, semakin hari Industri kreatif semakin meningkat pesat  perkembangannya. 

Pertumbuhan penduduk relatif tinggi di Indonesia pada tahun  2020 nanati,  diperkirakan jumlah penduduk usia muda 15-24 tahun akan mencapai 50-60 persen,  kata  Wakil Ketua Umum Bidang Tenaga Kerja Kadin Indonesia Benny Soetrisno .
Adapun salah satu subsektor industri kreatif yang memberi kontribusi terbesar adalah bidang mode/ fashion  yang menyumbang 30 persen dari keseluruhan industri kreatif di Tanah Air, dengan kontribusi nilai tambah bruto mencapai Rp 181 triliun. Sementara itu, jumlah tenaga kerja yang diserap mencapai 3,38 juta orang di 1 juta unit usaha. (data dari kementrian perdagangan Indonesia)

Lebih dari 35 juta penduduk Indonesia memiliki account di situs jejaring sosial Facebook (80%-nya berusia di bawah 35 tahun) - sandiaga uno


Kaos buat kalangan anak muda indonesia sekarang bukan hanya sekedar sandang untuk menutupi badan. Tapi lebih dari itu kaos adalah salah satu fasion simple yang paling banyak disukai anak muda. 

Siapa sih yang ngak suka kaos, fashion simple yang mempunyai fungsi lebih dari sekedar penutup badan. Kaos biasa dijadikan sarana untuk aktualisasi diri menunjukan identitas dan eksistensi tertentu.

  • Fenomena yang terlihat jarang sekali kita menemukan kaos -kaos dengan pesan dakwah yang kreatif. Kalau kita jalan -jalan ke distro di Indonesia hampir kebanyakan desainnya mirip -mirip tema-nya , ada yang bertema musik hardcore, punk, dll ada juga bertema motor dan baseball. 


Jarang sekali kita lihat di factory otlet di Indonesia ada kaos-kaos bertema dakwah kreatif . Padahal di Amerika sendiri awal mula munculnya t-shirt , kaos dijadikan sebuah  media untuk menyuarakan aspirasi . Your T-shirt is your media mungkin seprti itu fungsi t-shirt bukan hanya sekedar penutup badan. 



Mimpi kita bersama  dari 10 kaos yang ada dilemari anak muda sekarang 2 kaos saja adalah kaos distro muslim. Mengapa tidak 90 % penduduk indonesia adalah muslim , karena belum banyak pemuda indonesia yang menekuni bisnis distro muslim ini efeknya belum terasa.


Di Jogja sendiri ada senior distro muslim yang sudah dari tahun 2005 menekuni kaos distro muslim , terakhir team jogja distro muslim berkunjung, beliau menceritakan dalam waktu 10 hari saja pameran di jakarta  6000 kaos yang dibawanya hampir ludes. Ini memnandakan peluang distro muslim berkembang sangat potensial.

Salah satu impian terbesar JDM jogja distro muslim ditahun 2015 ini dari 35 juta penduduk indonesia yang mengunakan facebook 10 % saja beli kaos distro muslim. Sekitar 3 juta orang memakai kaos dakwah , bayangkan akan ada tiga juta pesan kebaikan bertebaran di bumi Indonesia Amazing.

Untuk mewujudkan mimpi mulia ini JDM (JOGJA DISTRO MUSLIM) tidak bisa sendirian, kami membutuhkan team patner seluruh indonesia yang siap bergerak, totalitas, menyebarkan 3 juta pesan dakwah kreatif di seluruh Indonesia.

Sekaranglah saatnya , ada obsesi ada jalan, jangan nunggu nanti-nanti , bergeraklah dengan cepat wahai pemuda Islam . Tunjukan pada dunia bahwa pemuda Indonesia bukanlah pemuda yang biasa-biasa saja tidak bisa dipandangng sebelah mata.

Salam sukses dunia akhrirat , yuk dakwah berjamaah 
Kami menantang para pemuda islam di seluruh Indonesia untuk take Action, bergerak membantu menyebarkan 3 juta pesan kebaikan dalah waktu satu tahun 

Jadilah pemenang ambil peluang kesempatan ini 
segera daftarkan diri anda menjadi team bagian besar dari misi keren ini. 

spirit for better !! 



Jumat, 27 Maret 2015

Apa Beda orang Muslim, Mu'min, Muhsin




Tiga Tingkatan Orang Beragama Islam: Muslim, Mu'min, Muhsin. Ceramah ini disampaikan oleh Ust. Zulkifli M Ali, Lc di pertendaan masjid Ar-Rahman sementara di Perumahan Kemang Pratama III, Bekasi.

Dalam kesempatan ceramah ini Ust. Zul menjelaskan beberapa hal:
Ternyata orang Islam itu secara garis besar dilihat dari segi kualitas dan posisi di hadapan Allah terbagi menjadi tiga tingkatan.


  • 1. Tingkatan Pertama, yaitu Tingkatan Islam. 


Orang yang masuk atau memeluk Islam disebut muslim. Ini adalah tingkatan yang paling rendah. Dan ternyata, pada tingkatan inilah kondisi yang masih sangat berbahaya bagi setiap orang. Maksudnya adalah orang yang meninggal dalam posisi masih tingkatan Islam nasibnya belum tentu mulus menuju kebahagiaan. 

Boleh jadi melalui penderitaan atau berbagai siksaan terlebih dahulu sebelum akhirnya orang tersebut mendapatkan syafaat untuk menuju kebahagiaan yaitu surga. Hal ini terjadi karena orang yang masih dalam tingkatan Islam masih bergelimang dalam kemaksiatan. Bercampurnya antara kebaikan dan keburukan masih mewarnai kehidupan seorang yang masih dalam tingkatan muslim. Itulah sebabnya banyak sekali hadits-hadits Rasulullah saw yang menyebutkan berbagai macam siksaan nanti, baik di alam kubur maupun di alam akhirat. 

Dan orang yang disiksa tersebut (yang disebutkan di dalam hadits-hadits) adalah bagian dari umat Islam. Dalam hal ini Ust. Zul juga menceritakan kejadian nyata yang dialami oleh tetangga. Suatu ketika ada tetangga yang meninggal dunia. Keluarga meminta Ust. Zul untuk mengurusnya hingga ke pemakaman. Ketika dimandikan, jenazah orang tersebut terjadi keanehan. 

Dan yang lebih mengerikan lagi adalah ketika diantar ke pemakaman, ada ular hitam yang sangat menaktutkan melintas di sela-sela kaki orang yang menggotong keranda mayat tersebut. Intinya kejadian tersebut sungguh sangat menggemparkan warga dan menjadi buah bibir. 

Kata Ust. Zul, ini adalah salah satu contoh orang beragama Islam yang masih bergelimang di dalam dosa, tanpa sempat bertaubat kemudian meninggal dunia. Dia di alam kubur mendapatkan siksaan karena dosa-dosa yang telah dilakukannya.

 Kemudian Ust. Zul juga menceritakan beberapa hadits Rasulullah saw yang mengabarkan ada beberapa siksaan yang sangat mengerikan di alam kubur.


  • 2. Tingkatan Kedua, Iman. 


Yaitu tingkatan orang yang beriman. Tingkatan inilah sesungguhnya yang boleh dikatakan sudah bisa menyelamatkan seseorang. Artinya, seseorang akan dijamin kebahagiaan hidupnya kelak jika dia beriman dan mati dalam keadaan beriman juga. 

Orang yang beriman kata Ust. Zul diibaratkan seperti saklar listrik yang normal. Begitu ditekan langsung menyala. Maksudnya, misalnya begitu ada panggilan adzan untuk shalat, maka langsung bergegas, bersiap-siap untuk menjalankan shalat. Bagi kaum lelaki pergi ke masjid, bagi kaum perempuan cukup di rumah. 

Begitulah seterusnya terhadap perintah-perintah lainnya, orang yang beriman selalu tampil dengan sambutan "kami dengar dan kami taat". Jika seseorang meninggal dunia dalam keadaan demikian, insya Allah meninggal dalam keadaan iman dan taat kepada Allah. 

Sebagai imbalan, akan Allah beri berbagai kenikmatan dan kebahagiaan atas pengabdiannya yang telah diterima oleh Allah SWT.


  • 3. Tingkatan Ketiga, Ihsan. 


Yaitu tingkatan orang-orang yang telah mencapai derajat muhsin. 

Derajat ini adalah tertinggi. Dan tentu kondisinya juga lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang beriman. Posisi ini diduduki oleh orang-orang yang beriman yang berada di barisan depan. 

Jika melakukan kewajiban, mereka selalu yang terdepan; melakukan sunnah-sunnah juga mereka yang terdepan; melaksanakan fardu kifayah juga mereka berada di depan; memberi manfaat kepada manusia juga berada di depan.

 Intinya kelompok ini adalah kelompok elit yang sangat mulia, sangat dicintai oleh Allah, dan tentu sangat dicintai oleh makhlunya, baik yang di langit maupun di bumi, kecuali orang-orang yang menentangnya, atau orang-orang yang ingkar kepada Allah SWT.

Kamis, 26 Maret 2015

Man Jadda Wajada



dakwatuna.com – Pepatah berbahasa Arab ini “Man Jadda Wajada” pernah begitu bergema ketika kalimat tersebut menjadi jargon dalam film Negeri 5 Menara yang tayang serentak beberapa waktu lalu di bioskop tanah air. 

Ya, sepenggal kalimat inspiratif yang mampu memberikan semangat dalam meraih cita-cita dan impian. “Siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil”. Film yang diangkat dari novel laris dengan judul yang sama karya Ahmad Fuadi itu terinspirasi dari pengalaman penulisnya ketika menimba ilmu yang mencerahkan di Pondok Modern Gontor

Di kota kami, Tanjung Pinang film fenomenal itu memang tak dapat hadir, karena tidak memiliki gedung bioskop. Namun penulisnya bersama Andi F. Noya yang menjadi duta baca Perpustakaan Nasional sudah pernah hadir di kota kami pada “Pencanangan Gerakan Membaca Provinsi Kepulauan Riau” yang diselenggarakan Badan Perpustakaan Dan Arsip Daerah Provinsi Kepri beberapa waktu lalu.

  • Para pelajar dan undangan yang hadir pada saat itu sangat beruntung karena novel best seller karya A. Fuadi itu dijadikan souvenir cantik yang menginspirasi. Dan benar saja, novel tersebut menjadi salah satu motivasi bagi banyak pelajar untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai pondok pesantren.


Kembali ke gema Man jadda wajada yang begitu membius, sampai-sampai disebut bak sepenggal mantra ajaib. Mengapa sepenggal? Karena man jadda wajada saja memang tidak cukup. Dibutuhkan sepenggal pepatah lagi untuk melengkapinya. Yaitu Man Saaro’ Aladdarbi washola yang artinya “Siapa yang berjalan pada lintasan atau trek yang benar, maka dia akan sampai di tujuan. Oleh karena itu semangat atau spirit Man jadda wajada ini harus diaplikasikan dengan tepat.

  • Karena ternyata kata jadda, yang berarti bersungguh-sungguh saja tidak cukup. Memang benar bahwa setiap impian, betapapun tingginya, bila diperjuangkan dengan kesungguhan niscaya akan terwujud. Namun yang harus diingat, tentu saja kita harus pintar-pintar memilih jalannya. Pilih yang Allah ridha atau sebaliknya. Sejatinya man jadda wajada harus diaplikasikan dengan kerja keras (hard work), cerdas (smart work) dan halal. Ini berarti kesungguhan dan kerja keras saja tidak cukup. Apalagi bila sampai menghalalkan segala cara.


Oleh karena itu spirit man jadda wajada harus dilengkapi dengan penggalan berikutnya. Yaitu “Man Saaro’ Aladdarbi washola”. Ad-darb, artinya jalan dan “Saaro” adalah modal yang harus dimiliki. Modal di sini bisa berarti pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan sikap mental atau attitude yang baik. Pengetahuan bisa didapat dari mana saja dan keterampilan bisa diasah dan dilatih terus menerus. Namun yang menjadi sandungan adalah ketika kita tidak memiliki attitude atau sikap mental yang baik.

Lihat saja berapa banyak yang sudah mengaplikasikan spirit ini dalam hidupnya. Meniti karir dari bawah, menaiki anak tangga demi anak tangga dengan kesungguhan dan perjuangan. Namun ketika cita-cita sudah dicapai, jabatan dan posisi idaman sudah dalam genggaman, man jadda wajada ditinggalkan, ad-darb sudah melenceng dari lintasannya. 

  • Terbuai dalam zona nyaman, tidak mau bersusah payah lagi. Kalau bisa didapat dengan mudah, mengapa harus mempersulit diri. Akhirnya harus turun dengan cara menyakitkan, jatuh dan terhempas. Tak heran bila setiap hari kita dijejali dengan berita penipuan, penggelapan dan kasus korupsi.


Yang memprihatinkan dan membuat miris adalah ketika pelaku yang menjadi berita tersebut adalah tokoh muda. Para pemuda calon pemimpin bangsa yang semula mempunyai track record yang baik. Namun terjebak dalam kasus-kasus korupsi, manipulasi dan penyalah-gunaan kekuasaan. Sungguh sangat disayangkan.

Apakah mereka salah mengaplikasikan sepenggal mantra sakti man jadda wajada? Ya, mungkin saja dalam proses mencapai tujuannya itu walau dengan kerja keras namun menghalalkan segala cara. Keluar dari ad-darb disebabkan tidak kuat menghadapi godaan yang amat dahsyat.

Ditambah lagi bila berada dalam sistem yang memang sudah korup. Sehingga ketika belum sampai di puncak, sudah gamang. Karena makin ke atas, memang makin kencang angin bertiup. Sebaiknya setelah cita-cita dapat diraih, jangan sampai kita menjadi kufur nikmat, lalai dan tergoda dengan dunia gemerlap yang melenakan. 

Karena keberhasilan, kesuksesan dan kenikmatan hidup juga merupakan bagian dari ujian atau cobaan.
Man jadda wajada sejatinya harus diterapkan secara terus menerus, walaupun sudah berhasil meraih apa yang diimpikan. Karena orang yang berhasil adalah mereka yang justru tidak pernah berhenti berproses untuk menjadi lebih baik.

  • Tetapi bila sudah menggunakan jurus man jadda wajada waman saaro’ alard darbi washola belum berhasil tentu saja tidak boleh patah semangat. Ingatlah man shabara zafira, siapa yang bersabar, akan beruntung. Terus berusaha, lebih bersungguh-sungguh, stay on the track, dan jangan lupa usaha keras yang kita lakukan harus diiringi dengan doa. Yakinlah bahwa kesungguhan akan membuahkan keberhasilan dan tetap semangat untuk bangkit dan arif memandang tantangan.


Dan bila telah berhasil itu bukan semata-mata hasil kerja keras kita, tetapi juga berkat doa dari orang-orang terdekat kita dan tentu saja atas izin-Nya. Selanjutnya yang terpenting adalah menyadari bahwa semua yang kita miliki ada batas waktunya, karena semua itu adalah pinjaman-Nya semata.

Oleh karena itu apapun kondisi yang dialami, jadikan syukur dan sabar sebagai sikap yang selalu tercermin dalam keseharian kita. Bersungguh-sungguh dalam setiap pekerjaan, namun tetap dalam rambu-rambu atau rel yang benar.

Mari jadikan spirit “Man Jadda Wajada wa Man Saaro’ Alard-darbi Washola dan man shabara zafira” sebagai motivasi dalam keseharian kita. Semangat merenda hari depan dan semoga kesuksesan yang dicapai berkah dan memberi manfaat bagi diri sendiri, agama, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

 Semoga kita tetap istiqamah, walaupun hidup dalam kepungan dan gempuran gaya hidup hedonis yang tersaji di ruang-ruang publik. Aamiin Ya Rabb….
Nurhaida Alting

Tentang Nurhaida Alting

Seorang ibu rumah tangga yang sedang belajar menulis. Saat ini tergabung dalam komunitas Gerakan Kepulauan Riau Gemar Menulis. Alhamdulillah beberapa artikel opini dimuat di harian lokal Haluan Kepri dan beberapa… [Profil Selengkapnya]


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/09/15/39301/man-jadda-wajada-saja-tidak-cukup/#ixzz3VUHa8m3g 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Jogja distro Muslim - Logo baru semangat baru


Logo Jogja Distro Muslim Indonesia- Logo baru semangat baru 
Di Tahun 2015 ini impian kami adalah bisa menyebarkan 3000.000 pesan dakwah ke seluruh Indonesia 

Dari Jogja menuju dunia , jogja kota unik kota pelajar, kota puluhan kajian, dan kota yang keren baru berkembang. 

Potensinya ada 2 bisa jadi anak muda jogja tiap hari makin rusak, bisa jadi tambah kerenz jadi pemuda islam akhir zaman

Tantanganya buat para pengemban dakwah di jogja adalah bersiap -siaplah menghadapi tantangan zaman yang kian hari makin menantang

Pertarungan pemikiran
Pertarungan tanpa mengunakan senjata fisik
Senjatanya tak terlihat 
musuhnya tak terlihat 
tapi nyata adanya

yaitu mereka syaitan dari golongan jin dan manusia 
Tenang kawan orang yang Iklas tidak gampang dirayu syaitan
ia kuta , tangguh, dilindungi oleh Allah
Allah janji akan melidungi hambanya yang iklas

Iklas mengabdi hanya pada Allah bukan pada hawa nafsu ataupun makhluk hina yang lemah
Allah maha besar, maha perkasa, milikNyalah apa yang ada dilangit dan dibumi 

Allhuakbar, tidak ada illah selain Allah 
hanya pada Allah saja kita mengabdi bukan pada yang lain 

Spirit for better