kaos muslim - DISTRO MUSLIM

Sabtu, 14 Juli 2018

kaos dakwah MEI-JUNI 2018 - DISTRO MUSLIM TETAP ISTIQOMAH 081931194193


Alhamdulillah sejarah distro muslim membuktikan kaos dakwah JDM masih eksis sampai hari ini, tercatat lebih dari 11.000 sebelas ribu kaos terdistribusikan ke seluruh penjuru kota di Indonesia. Mimpi kami masih sama tahun ini minimal 3000.000 tiga juta kaos tersebar ke seluruh Indonesia.


Sebuah gerakan perubahan menuju Surga, mentauhidkan Allah , menjadikan akhirat adalah visi utamanya . mimpinya melebihi kematiannya , spirit for better. 





Alhamdulillah kaos dakwah


CALON PUSAT KAJIAN ISLAMI TERBESAR DI YOGYAKARTA



Damai Islamic Center merupakan sebuah pusat Kajian Islami yang terletak di Jl. Kaliurang KM 13 Yogyakarta. Dibangun di lahan seluas hampir dua hektar, Islamic Center ini diproyeksikan akan menjadi kompleks kajian islami terbesar di Yogyakarta. Program yang akan dilaksanakan meliputi KajianReguleri, Tahfidz Quran Terpadu, Mualaf Center, Auditorium Islami, dsb. Dengan dibangunnya Islamic Center ini, diharapkan lahir masyarakat yang tak hanya berpegang teguh akan nilai Islam, tapi juga mempunyai skill bisnis yang mumpuni. Saat ini program Damai Islamic Center yang telah berjalan adalah Kajian Majelis Tawakkal. Dilaksanakan setiap hari Kamis tiap minggu ba’da Ashar hingga Maghrib. Tema yang diusungpun beragam, mulai dari Aqidah, Ngaji Bisnis (Fiqh Muamalah), hingga Kelas Pra Nikah. Selain itu, kami juga memberikan akses peminjaman tempat bagi para mahasiswa atau lembaga dakwah yang ingin mengadakan Kajian di Damai Islamic Center. Silahkan follow media sosial kami untuk info seputar kajian dan dunia Islam: - Instagram : @damaiislamiccenter - Facebook : Damai Islamic Center Info peminjaman tempat dapat menghubungi 0857-9991-4625.

5 tahun Love Masjid bergerak - jangan lihat kaosnya



Sudah 5 tahun Love Masjid bergerak untuk ikut memakmurkan masjid-masjid di sekitar Yogyakarta dengan gerakan Keliling Bersih-Bersih Masjid Gratis atau yang biasa kami singkat dengan Gerakan BBM. Kini sudah saatnya para muda mudi Muslim lebih gencar mengoptimalkan gerakan ini dengan kembali istiqomah untuk membersihkan Masjid setiap hari di Yogyakarta terutama daerah Sleman dan sekitarnya. Alhamdulillah... Dengan ridha Allah SWT pada hari Jum'at 29 Juni 2018 kemarin tim Love Masjid telah berhasil membersihkan Masjid Muqarrabin yang berlokasi di Jl. Amerta Raya No.34 Jombor Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman. Tim berangkat dari basecamp pukul 8.00 kemudian kami langsung melaksanakan kegiatan BBM yang dilanjutkan dengan shalat Jum'at berjamaah bersama dengan takmir Maajid. Tak lupa setelahnya, kami berdiskusi bersama membahas program pemakmuran masyarakat di sekitar Masjid dan juga pengelolaan kotak infaq. Bismillahirrahmanirrahim semoga gerakan ini menjadi titik semangat baru bagi umat Islam untuk dapat bersama-sama memakmurkan Masjid. Karena dari Masjid lah peradaban Islam sesungguhnya bermula. Semoga Allah mudahkan langkah-langkah kita untuk menuju kebaikan. Aamiin ya Rabbal alamin. --------------- Donaasi Operasional Kegiatan BBM LoveMasjid | Bank Muamalat No. Rek : 5310076444 | Atas Nama : Danardana Agung Nugraha Mohon setelah transfer konfirmasi via whatsapp ke : +6287738554432(Bayu) --------------- Untuk info jadwal bersih masjid πŸ“ΈFollow Instagram: @love_masjid Back to Action #Tiap Jumat, Sabtu dan Ahad‼ Cek dibawah ya... πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ πŸ•Œ MAU MASJIDNYA DIBERSIHKAN bersama RELAWAN BBM dan mau ikut gabung dengan kami? πŸ“©πŸ“©πŸ“© πŸ“ž(Jogja) Luqman 083815151517 πŸ“ž(Sleman) Bayu 087738554432 πŸ“ž(Bantul) Kholid 089653050842 πŸ‘³πŸ»♀AKSI Bersih Bersih Masjid πŸ‘³πŸ»♀CABERAWID (Care Bareng Rawat Masjid) Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang mengeluarkan kotoran dari masjid maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga,” (HR Ibnu Majah). Donasi Operasional Kegiatan BBM LoveMasjid | Bank Muamalat No. Rek : 5310076444 | Atas Nama : Danardana Agung Nugraha Mohon setelah transfer konfirmasi via whatsapp ke : +6287738554432(Bayu) ‼Bagi Ikhwan/Akhwat yang ingin ikut serta meluangkan waktu membersihkan Masjid & musholla, Menyedekahkan tenaga sebagai wujud rasa keinginan diri untuk memakmurkan masjid & Mushola! Yuk...Kontak kami! ➖➖πŸ”ΈπŸ”Έ☘🌷☘πŸ”ΈπŸ”Έ➖➖ Silahkan share dan ajak teman2 yang lainnya yah Semoga Allah mudahkan langkah-langkah kita menuju kebaikan. Aamiin... πŸ™πŸ» Untuk info jadwal bersih masjid πŸ“ΈFollow Instagram: @love_masjid Bantu share!! KEGIATAN INI TERBUKA UNTUK UMUM Anda Luang? Mau Sedekah tenaga? Kuuy..ah, Cuss Langsung cepat merapat.πŸš—πŸ’¨ #lovemasjid #bersihmasjid #bebersihmasjid #masjidbersih #cintamasjid #layananbersihmasjid #bersihmasjidgratis #jogjahidayah #reresikmasjid #ojolerendadiwongapik #pemudahijrah #pemudaistiqomah #dakwahislam

Rabu, 27 Juni 2018

Bagaimana Streetwear menjadi Barang Mewah

Bagaimana Streetwear menjadi Barang Mewah

Sumber : tirto.id
2017

Bagaimana Streetwear menjadi Barang Mewah
Merek-merek High Fashion kini mulai masuk ke streetwear.
   
tirto.id - Pada 24 Februari lalu saat jalanan di London Inggris dipenuhi para pekerja yang bergegas menuju kantor, di depan 26 Brewer Street,  antrean panjang mengular di blok pertokoan. Mereka duduk, berdiri, dan berbicara sembari menunggu toko buka. Kebanyakan dari para pengantre telah menunggu sejak semalam. Padahal, London sedang diselimuti cuaca dingin itu. Namun, para pengantre itu tak peduli. Mereka menanti bukanya toko Palace, sebuah label pakaian Streetwear yang lahir di kota itu.

Hal serupa juga terjadi di Singapura pada 13 Juli lalu. Ratusan anak muda  menunggu dua hari sebelum toko dibuka untuk mengantre produk terbaru dari Supreme x Louis Vuitton collection. Hanya 350 orang yang berkesempatan membeli produk-produk yang dijual. Antrean sudah mengular sejak 11 Juli, diperkirakan ada 600 orang yang menantikan produk terbaru itu. Louis Vuitton adalah merk pakaian ternama yang banyak menjual produk dengan harga sangat mahal, sementara Supreme adalah label pakaian  Streetwear yang sudah banyak dikenal dan tak bisa disebut murah juga.

Ada fenomena “hypebeast”, sebutan untuk para pengguna barang streetwear yang sedang hype atau tren saat diluncurkan. Fenomena ini pada mulanya hanya berkisar di produk-produk streetwear seperti Palace (didirikan Lev Tanju pada 2009 di Inggris), Supreme (didirikan oleh James Jebbia pada 1994 di Amerika), atau BAPE (Didirikan oleh Nigo pada 1993 di Jepang). Namun, kini merek-merek adibusana seperti Louis Vuitton, Gucci, dan Dior mulai melirik pasar Streetwear.

Wajah generasi hypebeast ini diwakili oleh Milenial dan Gen Z. Salah seorang figur yang oleh Guardian dianggap sebagai wajah modern hypebeast adalah Gully Guy, alias Leo Mandella, bocah 14 tahun asal Warwicshire yang memiliki 197.000 follower di Instagram. Ia biasa dikenali di akun instagramnya menggunakan Supreme, Palace dan Bape dan mengklaim telah menghabiskan 9.000 poundsterling untuk gaya berpakaiannya.

Fenomena serupa bisa dan mudah dikenali di Indonesia. Anda bisa membuka akun instagram @pahi_id dan melihat bagaimana anak muda Indonesia tenggelam dalam subkultur hypebeast ini. Dalam akun ini anak muda Indonesia baik laki-laki atau perempuan memamerkan diri tengah memakai merek-merek streetwear terkenal. Pakaian seperti OFF WHITE, Anti Social Social Club, dan BAPE hingga berbagai sneaker seperti Air Jordan dan Yezzy. Banyak orang yang sengaja menautkan diri dengan akun ini berharap bisa masuk dalam kurasi @pahi_id.

Dalam akun instagram @pahi_id terlihat seseorang tengah memakai Supreme x Louis Vuitton yang produknya berkisar mulai dari 20-60 juta rupiah. Ada pula seseorang yang memakai sepatu Nike Air MAG Back To The Future (2016) sepatu dengan harga $28.000 atau setara dengan Rp374.024.000. Di Indonesia produk-produk streetwear sangat laku dijual di Instagram, meski harganya tidak murah, untuk satu produk pakaian seperti BAPE bisa dijual dengan harga Rp1-3 juta, sementara untuk jaket Supreme bisa mencapai Rp8-12 juta tergantung kebaruan, langka, dan ukuran.

Infografik Pakaian sehari hari yang mahal

Ezra Silitong, yang telah sembilan tahun bekerja di industri fashion Indonesia menilai fenomena hypebeast merupakan produk industri fashion yang sebenarnya mudah diduga. Orang tak lagi ingin terlihat keren di pesta mewah, tapi juga di kehidupan sehari hari. Mewah menurut Ezra tak lagi bisa didefinisikan dengan sesuatu yang ekstravagan, tapi hal sederhana. “Sekarang eranya glamour udah bukan lagi proper dress, people want to look 10 years younger dan streetwear (membuat) itu lebih personal,” kata Ezra, yang juga membuat desain produk, pakaian, fotografi busana, konsultan brand, hingga menulis fashion itu.

Louis Vuitton, Gucci, dan Dior adalah nama besar yang mewakili merek mahal high fashion. Mereka yang menggunakan merek ini biasanya mencari kebanggaan, glamor, dan tentu saja kualitas terbaik dari sebuah produk pakaian. Salah satu alasan mengapa kolaborasi ini muncul, banyak anak muda generasi Z hari ini menyukai gaya pakaian streetwear yang nyaman digunakan dan memiliki karakter. Digabungkan dengan kebanggaan dan gengsi high fashion maka hasilnya adalah kolaborasi yang digemari.

Limei Hoang dari Bussinessoffashion.com menyebut bahwa pada 2025, sebanyak 45 persen pasar barang mewah akan dikuasai oleh Milenial dan Gen-Z. Hal ini bersumber dari riset dari Bain & Co. Luxury Study yang bekerja sama dengan Fondazione Altagamma. Salah satu indikator yang digunakan adalah belanja barang mewah pada 2016 yang mencapai 280 miliar dolar. Diperkirakan pada 2025 pasar barang mewah akan mencapai 324 miliar dolar di mana generasi Z dan milenial akan menjadi konsumen utama.

Merek-merek Fashion terkemuka butuh pasar baru, saat Baby Boomer atau Gen X tak lagi jadi fokus pasar. Mereka mulai melirik ke kelompok milenial dan Gen Z. Tentu ada penyesuaian tipe pakaian dan juga desain. Selera yang ada disesuaikan untuk kemudian dibuat produk adibusananya. Tapi bukan berarti merek-merek terkenal ini tunduk pada selera pasar, malah sebaliknya, dengan pengaruh kebanggaan dan besarnya citra merek, mereka dengan mudah membentuk selera pasar. Gucci misalnya bekerja sama dengan Highsnobiety untuk pakaian mereka, menghasilkan satu juta impresi dan 2.700 klik di situs milik Gucci.

Dulu, tujuan membeli merek mewah adalah menciptakan produk unggulan yang mewujudkan cita-cita eksklusivitas dan aspirasi pemakainya. Sekarang, mereka mulai mempertimbangkan nilai-nilai yang dianggap penting oleh generasi muda. "Streetwear sekarang harganya naik (jadi mahal), mau enggak mau high fashion juga menyamakan untuk menarik demand. Diikutin juga dengan tren 'statement' on product. Apalagi pengaruh politik, cara bicara dalam pakaian menjadi lebih straightforward,” kata Ezra.

Ezra yang juga menjadi konsultan brand streetwear lokal dan turut ambil bagian dalam proyek fashion eksperimental menyebut bahwa ada pergeseran selera dan konsumen pasar fashion adibusana. Menurutnya, banyak merek besar mulai fokus pada generasi Z daripada milenial. Saat kelompok Milenial fokus pada pengembangan bisnis atau aktivitas fisik seperti traveling atau gaya hidup minimalis, generasi Z secara terbuka menjadikan konsumerisme sebagai bagian hidup. “Milenial justru yang melihat mereka (generasi Z) sebagai pasar dan memanfaatkan itu,” katanya.

Apa yang dikatakan Ezra bisa dilihat dari situs streetwear seperti Highsnobiety dan Hypebeast. Dua situs itu menghasilkan 9 juta pengunjung setiap bulannya. David Fischer yang mendirikan Highsnobiety pada 2005 dan Kevin Ma mendirikan Hypebeast pada tahun yang sama. Mereka saat ini menjadi dua orang dengan situs paling berpengaruh dalam komunitas streetwear. Pada mulanya kedua situs itu hanya fokus pada streetwear, kini mereka mulai mempromosikan merek seperti Louis Vuitton, Dior dan Gucci

Ezra menyebut bahwa banyak brand Streetwear yang mapan seperti BAPE dan Supreme telah memiliki basis penggemar yang kuat. Mereka tak lagi membuat produk untuk sekadar dipakai, tapi juga untuk dibanggakan. “Mereka sudah terlalu lama di industri sehingga mereka harus melangkah. Ketika demand untuk mereka semakin tinggi, mereka pun sudah bisa merasa nyaman untuk menaikan harga dan tidak lagi disetarakan dengan streetwear baru yang masih seumur jagung,” ujar Ezra.

___
Pic :
Premium Store di Surabaya
Hoodie ini harga nya 8jt an πŸ˜…πŸ’πŸ’



Jumat, 22 Juni 2018

KAOS DAKWAH UNTUK INDONESIA - JDM

MASJID JOGOKARIYAN YOGYAKARTA



MASJID JOGOKARIYAN YOGYAKARTA

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Oleh : Ustadz Salim A. Fillah
〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Faktanya...
Negeri kita memiliki lebih dari 1 juta Masjid besar maupun kecil... Pertanyaannya adalah :
"Berapa Masjid kah yang menjadi BEBAN bagi Jama'ah dibandingkan dengan Masjid yg MEMBERDAYAKAN Jama'ah..???"

Maka jawabannya adalah :
"Ratusan ribu Masjid membebani Jama'ah untuk listrik, air, kebersihan dan sebagainya.... padahal pemanfaatannya hanya utk shalat dan shalatnya pun tak pernah penuh saf-nya..."

Disamping itu...
Aset Masjid berupa jutaan meter persegi tanah dan bangunan dinilai dari aspek apapun (serasa) masih sangat tidak produktif, padahal...soal Masjid adalah persoalan ideologi sekaligus substansi Peradaban Islam...

Tapi baiklah...
Kita masuk pada "langkah strategis" dan praktis yang kami lakukan di Masjid Jogokariyan Yogyakarta...

Secara sederhana Manajamen Masjid Jogokariyan memiliki 3 langkah yakni :
πŸ•Œ - Pemetaan...
πŸ•Œ - Pelayanan...
πŸ•Œ - Pemberdayaan...

Setiap Masjid harus memiliki Peta
πŸ•Œ - Da'wah yang jelas...
πŸ•Œ - Wilayah kerja yang nyata...dan
πŸ•Œ - Jama'ah yang terdata...

Pendataan yang dilakukan Masjid Jogokariyan terhadap jama'ah mencakup :
πŸ•Œ - Potensi dan kebutuhan...
πŸ•Œ - Peluang dan tantangan...
πŸ•Œ - Kekuatan dan kelemahan...

Kami di Masjid Jogokariyan Yogyakarta meng-inisiasi SENSUS MASJID yakni berupa : Pendataan tahunan yang hasilnya menjadi Data Base dan Peta Da'wah komprehensif...

Data Base dan Peta Da'wah Masjid Jogokariyan Yogyakarta tak hanya mencakup :
Nama KK dan warga...
Pendapatan...
Pendidikan, dll...
tetapi juga sampai pd :
Siapa saja yg shalat & yg belum shalat...
Yang shalat di Masjid & yg belum shalat di Masjid...
Yang sdh berzakat atau yg belum...
Yang sdh ber-qurban atau yg belum ber-qurban...
Yang aktif mengikuti kegiatan masjid atau yg belum...
Yang berkemampuan di bidang apa dan bekerja di mana...
pokoknya detail bingitz deh...πŸ˜‰😘

Dari Data Base di atas kita bisa tahu bahwa dari 1.030 KK (4.000-an penduduk sekitar masjid) yg belum shalat tahun 2010 ada 17 orang...
Lalu bila dibandingkan dengan data tahun 2000 yang belum sholat 127 orang...
Dari sinilah perkembangan Da'wah selama 10 tahun terlihat.

Peta da'wah Masjid juga memperlihatkan gambar kampung yang di rumah-rumahnya berwarna-warni...

Warna hijau 🐸 berarti
SANGAT mendukung da'wah
Warna hijau muda πŸ’š berarti
CUKUP mendukung Da'wah
Warna kuning πŸ’› berarti
NETRAL terhadap Da'wah
sedangkan...
Warna merah ❤ berarti
MUSUH Da'wah

Di tiap rumah ada juga atribut iconik...
Icon Ka'bah πŸ•‹ berarti sdh berhaji
Icon Unta 🐫 berarti sdh ber-Qurban
Icon Koin πŸ’° berarti sdh berzakat
Icon Peci 🎩 berarti sdh...dsb...dsb...

Konfigurasi rumah sekampung itu juga biasa dipakai untuk mengarahkan para Ikhwah Da'i yang sedang mencari rumah...

Masjid Jogokariyan juga berkomitmen utk tidak membuat unit Usaha agar tidak menyakiti jama'ah yang juga memiliki bisnis serupa...
ini harus dijaga...
Misalnya...
tiap pekan Masjid Jogokariyan biasa menerima ratusan tamu, shg konsumsi utk tamu di-orderkan bergilir pada jama'ah yang punya rumah makan...

Data jama'ah juga digunakan untuk Gerakan Shubuh Berjama'ah...
Pada tahun 2004 dibuat Undangan Cetak layaknya Undangan Pernikahan untuk Gerakan Shubuh Berjama'ah...

By name...
UNDANGAN :
Mengharap kehadiran
Bapak/Ibu/Saudara...
dlm acara Shalat Shubuh Berjama'ah, besok pukul 04.15 WIB
di Masjid Jogokariyan..."

Undangan itu dilengkapi hadis-hadis keutamaan Shalat Shubuh Berjama'ah... hasilnya...??
Silakan mampir ke Masjid Jogokariyan untuk merasakan Jama'ah Shubuh yang hampir seperti Jama'ah Shalat Jum'at...

Sistem keuangan Masjid Jogokariyan juga berbeda dari yg lain...
Jika ada Masjid mengumumkan dengan bangga bahwa saldo infaknya jutaan rupiah, maka Masjid Jogokariyan selalu berupaya keras agar pada tiap pengumuman saldo infak harus sama dengan NOL Rupiah !!
Infak itu ditunggu pahalanya untuk jadi amal sholih, bukan untuk disimpan di rekening Bank...

Sebab pengumuman infak jutaan rupiah akan sangat menyakitkan jika tetangga Masjid ada yang tak bisa ke Rumah Sakit sebab tak punya biaya atau tak bisa membayar uang sekolah anak...
Masjid yang menyakiti Jama'ah adalah tragedi da'wah...
Sehingga dgn pengumuman saldo infak sama dengan NOL Rupiah, maka jama'ah lebih bersemangat mengamanahkan hartanya...
pun kalau saldo Masjid masih jutaan yaa maaf kalau malah membuat jama'ahnya nggak semangat ber-infak....

Wifi di Masjid Jogokariyan sudah ada sejak tahun 2004...dan itu "gratis-tis-tis",
sehingga Jama'ah baik dari anak-anak maupun dewasa tdk perlu repot-repot ke WarNet yg sangat memungkinkan mereka untuk membuka situs yang bukan-bukan...😐

Kami juga menyediakan ruang olahraga atau bermain yang terdapat alat olahraga seperti tenis meja, voli, sepakbola, dll, sehingga anak-anak atau remaja atau pemuda yang ingin bermain atau berolahraga di Masjid Jogokariyan bisa kerasan atau betah...
Daripada mereka main atau ber-olahraga di luar masjid yg biasanya waktu mereka saat itu bertabrakan dengan waktu shalat.....

Dan Alhamdulillah...
Biasanya kami bisa menyediakan setidaknya 1000 piring makanan sebagai menu buka puasa di Bulan Ramadhan...
Juga secara gratis-tis-tis untuk para Jama'ah...

Masjid Jogokariyan pada thn 2005 juga meng-inisiasi Gerakan Jama'ah Mandiri... yaitu :
Jumlah biaya setahun dihitung, dibagi 52...
ketemu biaya pekanan...
dibagi lagi dgn kapasitas masjid...
lalu ketemu biaya per-tempat shalat... Setelah itu disosialisasikan...
Kemudian Jama'ah diberitahu bahwa jika dalam sepekan mereka ber-infak dengan jumlah "segitu" maka dia katagori Jama'ah Mandiri...
Adapun jika berinfak lebih, maka dia termasuk Jama'ah Pensubsidi...
Tetapi...
Jika dia tidak ber-infak atau berinfak kurang dari "segitu" maka dia termasuk Jama'ah Yang Disubsidi...
Kemudian sosialisasi ditutup dengan kalimat :
"Doakan kami tetap mampu melayani ibadah Anda sebaik-baiknya..."

Gerakan Jama'ah Mandiri Alhamdulillah sukses menaikkan infak pekanan Masjid Jogokariyan hingga 400%...☺😍😘
Toh ternyata orang malu πŸ™ˆπŸ™Š jika ia beribadah tapi disubsidi...

Demikianlah...jika peta, data dan pertanggungjawaban keuangan masjid transparan... sehingga infak 1000 rupiah pun kita tahu kemana alirannya, maka tanpa diminta pun jama'ah akan berpartisipasi.....

Dan tiap kali merenovasi Masjid...
Takmir Masjid berupaya
tidak membebani jama'ah dgn Proposal, sebab Takmir hanya memasang spanduk : "Mohon maaf ibadah Anda terganggu, Masjid Jogokariyan sedang kami renovasi..."
Nomor rekening tertera di bawah...

Dan sejak tahun 2005 Masjid Jogokariyan sudah menjalankan program Universal Conference Insurance...
dimana seluruh Jama'ah Masjid bisa berobat di Rumah Sakit atau klinik manapun secara Gratis-tis-tis... dengan membawa Kartu Sehat Masjid Jogokariyan...

Dan kami juga biasa memberi hibah Umrah bagi jama'ah yang betul-betul rutin Jama'ah Shalat Shubuh di Masjid Jogokariyan.....

Inilah beberapa output Program Masjid Mandiri...
Artinya semua yang dari Jama'ah akan kembali ke Jama'ah.....

Satu kisah lagi untuk menunjukkan pentingnya data dan dokumentasi, yakni......
Masjid Jogokariyan masih punya arsip foto pembangunannya pada tahun 1967. Gambarnya seorang Bapak sepuh berpeci hitam.... berbaju batik....
dan sarungan sedang mengawasi para tukang mengaduk semen untuk membangun Masjid Jogokariyan...

Di tahun 2002/2003 Masjid Jogokariyan direnovasi besar-besaran. Kemudian foto itu dibawa kepada putra si kakek dalam gambar tsb...
Putranya seorang juragan kayu...
Kami katakan pada Putra kakek yang ada dalam foto tadi :
"Ini gambar Ayahanda Bapak ketika membangun Masjid Jogokariyan, kini Masjid sudah tak mampu lagi menampung Jama'ah, sehingga kami bermaksud merenovasi masjid. Jika berkenan untuk melanjutkan amal jariyah Ayahanda Bapak, kami tunggu partisipasi bapak di Masjid Jogokariyan.....

Alhamdulillah.....
foto tua tahun 1967 itu membuat yang bersangkutan menyumbang Rp 1 Miliar dan mau menjadi Ketua Tim Pembangunan Masjid Jogokariyan.....
Ajib...!!
Foto tua yg telah dibingkai indah itu ternyata "berharga" Rp 1 Miliar...😊

So...
kapan mau ke Masjid Jogokariyan...? 😍😘

☘☀☘☀☘☀☘☀☘☀

Kalau ke Jogja, jangan lupa mampir di Teras Dakwah serta RUMAH WARNA & Masjid Jogokariyan... dua elemen Dakwah yang semangat dakwahnya dilaksanakan dengan cara yang berbeda...

Inilah Jogja, Dakwahnya Istimewa !!!

πŸ•ŒπŸ•ŒπŸ•ŒπŸ•ŒπŸ•Œ

JDM KIDS- KAOS ANAK SHOLEH - KAOS MUSLIM ANAK