Senin, 16 Maret 2015

Tidak ada kata Terlambat untuk bertaubat


distro muslim

Selama nafas masih berhembus disitu masih ada kesempatan kedua
ngak ada kata terlambat asal ada komitmen untuk keluar dari ekosystem lingkungan yang dulu pasti akan bisa berubah ke arah lebih baik 

Dulu memang kita pernah berada disini kawan, tapi sory saya udah tobat kembali ke jalan yang benar
Buruan siap yang mau nyusul jangan nunggu nant--nanti nanti keburu MATI 

Terimakasih sahabat-sahabat distro muslim yang sudah mau membimbingku agar bisa NGAJI
YUK NGAJI bro 

Perkataan ''Hijrah'' berasal dari bahasa ''Arab, yang artinya, ''Meninggalkan suatu perbuatan'' atau ''Menjauhkan diri dari pergaulan'' atau ''Berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain.'

BERIKUT BEBERAPA SYARAT TAUBAT, ANTARA LAIN :

1.      Islam
    Tobat yang diterima hanya tobat seorang muslim, karena itu,  tobatnya orang kafir adalah dengan masuk islam. Hal ini dijelaskan Allah dalam firman-Nya:  ”Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang." Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih(QS. An Nisaa {4}:18)

    2.      Ikhlas.
      Tidak sah tobat seseorang kecuali dengan ikhlas dan dengan cara menujukan bahwa  tobatnya tersebut semata mengharap ampunan dan penghapusan dosanya.

      3.      Menyesali perbuatan dosa.
        Penyesalan akan  memberikan tekad dan kemauan yang kuat untuk tidak mengulangi perbuatan dosa atau kemaksiatan yang pernah dilakukan.  Oleh karena itu tidak akan ada tobat kecuali yang timbul dari rasa penyesalan terhadap kesalahan atau dosa yang telah dilakukannya. Orang yang bertobat harus menyesali dosa2nya/perbuatannya, karena kalau tidak, itu berarti bahwa ia ridha dengan perbuatan dosa tersebut dan akan selalu melakukannya. Rasulullah saw bersabda: Menyesal adalah (inti) taubat." HR. (Ibnu Majah : 4252, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

        4.      Meninggalkan perbuatan dosa.

          Apabila dosa yang dilakukan  berupa meninggalkan kewajiban yang Allah berikan,  maka cara meninggalkan perbuatan dosanya adalah dengan melaksanakan kewajibannya. Dan apabila perbuatan dosa yang dilakukan adalah melanggar larangan Allah, maka tobatnya adalah harus tidak mengulanginya lagi atau tidak melakukan pelanggaran lagi .Ini termasuk syarat yang harus dilakukan dalam tobat  Allah SWT berfirman:  “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah.  Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui.” (QS. Al Imran:135).  Intinya, Istighfar tanpa meninggalkan kemaksiatan adalah tobatnya para pendusta.”

          5.      Tobat harus dilakukan pada masa diterimanya tobat.
            Tobat manusia tidak akan diterima apabila ia bertobat saat menjelang kematiannya, hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT :   “Dan tidaklah Tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertobat sekarang” Dan tidak (pula diterima Tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (QS. An Nissa :18)’
            Rasulullah saw bersabda "Sesungguhnya Allah tetap menerima taubat seorang hamba selama ruh (nyawa)nya belum di tenggorokan." (HR. At-Tirmidzi, hadits hasan)
            Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah akan menerima taubatnya." (HR. Muslim; 2703)

            Tidak ada komentar:

            Posting Komentar