Senin, 30 September 2013

Mind Control | Kendali Pikiran | Bagaimana Zionis Yahudi Menggunakannya


Bismillaahirrahmaanirrahiim, Buka Hati, Fikiran & Bacalah,

---------- Penghancuran Akhlaq Generasi Muda -----------

.... Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."(QS Al-Baqarah 2:217)

Mind Control itu berupa Senjata Subliminal Message (pesan-pesan yang disampaikan ke alam bawah sadar seseorang sehingga ia tidak menyadarinya meskipun menerimanya ke dalam otak).

“Subliminal Message” ini mampu menyuruh seseorang atau mampu memberikan instruksi yang kemudian dilakukan oleh orang tersebut, tanpa yang bersangkutan sadar dirinya sedang disuruh. Melihat definisi praktis ini, penulis mengkhawatirkan bahwa hal ini “Subliminal Message” termasuk sihir.

Lebih jauh dapat kita lihat bahwa keseluruhan aktifitas mind control – kendali pikiran ini adalah aktifitas yang termasuk katagori 'menghilangkan akal' sebagaimana narkoba dan minuman keras (khamr).

Mind Control [Kendali Pikiran] Sebagai Alat Pengendali Massa

Pada tahun 1949, George Orwell, seorang novelis menulis karyanya yang cukup monumental yaitu “1984”. Dalam novel tersebut Orwell menggambarkan (atau memperingatkan) bahwa kelak pada tahun 1984 ada sebuah negara yang sedemikian rupa merampas kebebasan rakyatnya hingga melakukan pengintaian warga dan pengendalian massa lewat media dan propaganda. 


Ketika novel tersebut ditulis, orang memahami bahwa itulah yang dilakukan oleh negara-negara komunis terhadap rakyatnya. Namun kini, tampaknya bahkan hal tersebut terjadi di negara “bebas” bernama Amerika. 

Steven Jacobson, penulis buku Mind Control in the United States, adalah teknisi film berpengalaman dalam teknik “Subliminal Message” yang digunakan dalam media komunikasi. Ia mengungkapkan betapa masalah mind control - kendali pikiran ini sungguh sangat mengkhawatirkan, sebab menurut dia teknik ini sangat kuat pengaruhnya, sangat efektif dan lebih mengerikan lagi, tidak disadari oleh yang menjadi korban atau obyeknya. 

Ia juga mengkhawatirkan penggunaan teknik ini menjadi liar tak terkendali sebab selain pihak otoritas belum memberikan aturannya, juga bahkan teknik ini tidak banyak diketahui selain oleh insan-insan media dan para pemerhatinya.

Di Amerika Serikat lewat internet ada sedikit geliat usaha untuk berusaha menyembunyikan atau 'mengkaburkan kenyataan tentang betapa efektifnya teknik ini', namun sebagaimana sifat dunia maya, pro dan kontra tidak terbendung masuk ke jalur diskusi, dan pada akhirnya kita dapat menarik kesimpulan sendiri bahwa ternyata ke-efektif-annya. 


Diskusi dapat dengan kita lihat dari berbagai komen di blog-blog dan situs-situs yang membicarakannya. Dan kita bahkan dapat menemukan para penjual konten-konten “Subliminal Message” ini untuk kepentingan komersial yang ditujukan bagi para pengguna pribadi maupun lembaga atau perusahaan yang mau menggunakannya. Kelompok seperti ini adalah kelompok yang jelas dan tegas menguraikan betapa efektifnya cara ini.

Mengapa Sedemikian Efektif?

Dalam bukunya Mind Control in the United States, Steven Jacobson menguraikan mengapa teknik ini begitu efektif.

Pertama, teknik ini menggarap alam bawah sadar manusia yang memiliki kekuatan besar saat diolah dengan tepat. Dengan mengalihkan si manusia dari aktifitas berpikir dan mengandalkan perasaannya untuk bertindak, ide yang dimasukkan akan diterima tanpa perlawanan.

Kedua, penggunaan berbagai alat tambahan seperti musik, warna kontras, dan berbagai teknik pengolahan di studio, kekuatan “Subliminal Message” ini semakin bertambah.

Ketiga, ketika beroperasi di alam bawah sadar, dorongan nafsu-nafsu (syahawat) manusia yang dibawa sejak lahir bagaikan bahan bakar yang tidak habis-habisnya bagi ke-efektif-an teknik ini.

Kempat, terdapat sejumlah pihak yang sangat bernafsu menggunakannya dan karenanya rela mengeluarkan biaya besar untuk membeli produk seperti ini bahkan membiayai riset-risetnya. Dengan kekuatan uang mereka pula-lah segala kontroversi etikanya dapat diredam ke bawah permukaan sehingga sebagian besar masyarakat dunia tidak tahu menahu soal jahat tersebut.

“Subliminal Message” dan yang sejenisnya digunakan sebagai alat politik negara (baca: penguasa saat itu), termasuk untuk kampanye pemenangan pemilu, baik untuk menggerakkan orang memilih kandidat tertentu, maupun untuk mengirim pesan tersembunyi yang mengungkap siapa jati diri sesungguhnya dari kandidat tersebut.
Contoh : “Barak Obama Subliminal Messages” :http://www.subliminal-video.com/barak-obama-subliminal-messages/

Selain penggunaan oleh pihak-pihak “otoritas”, teknik ini juga luas digunakan oleh perusahaan pembuat iklan dalam rangka meningkatkan penjualan produk yang diiklankannya (Contoh : Lihat iklan2 Facebook sebelah kanan layar anda.. Kebanyakan PORNO)

Namun ada yang lebih mengkhawatirkan lagi, yaitu ketika “Subliminal Message” disinyalir digunakan oleh para pembuat film dan games, baik film maupun games dewasa dan anak-anak, pertanyaannya adalah “Untuk tujuan apa?” atau “Untuk kepentingan siapa?”. Dan lebih mengerikan lagi ternyata kebanyakan “Subliminal Message” yang digunakan oleh pihak-pihak ini justru mempromosikan sex, pornografi dan sejenisnya! Apalagi yang dapat kita simpulkan bahwa “tujuan” mereka tidak lain adalah penyesatan ummat manusia ke jalan setan dan membentuk budaya kerusakan moral yang luar biasa (Program YAHUDI)
Bagaimana Jika Digunakan Oleh Media Massa Baik Elektronik Maupun Cetak?

Kita akan melihat orang-orang yang amat mudah dibentuk opininya oleh media. Dan sesungguhnya ini sudah terjadi!

Coba kita lihat betapa cepatnya satu opini menjadi opini publik padahal kebenaran belum dibuktikan. Misal dalam ‘buruknya’ Gayus. 


Memang dia banyak salah, namun apakah masyarakat tidak berpikir bahwa seorang Gayus tak akan menjadi seorang Gayus jika para penerima suap tidak ada! Lantas mengapa hanya Gayus yang harus buruk sendiri? Mengapa segala berita tindak lanjut tentang oknum-oknum yang terlibat dapat di “lupakan” dari agenda pemberitaan? Atau Bgm Aa Gym diserang seolah2 menjadi Penjahat ketika Berpoligami & Ust. Yusuf Mansyur seakan2an sudah tak mematuhi Pemerintah.. 

Bagi media massa, rumusnya sederhana saja: Bad news is good news! Berita buruk adalah “berita baik” bagi media. Artinya: berita buruk adalah berita yang paling menguntungkan bagi media sebab masyarakat pasti ingin tahu soal itu. Maka jika kini Gayus sudah bukan selebriti berita lagi adalah karena sudah ada Nazarudin yang kabur ke Singapura, sebelumnya ada Malinda Dee soal kartu kredit dan sebelumnya dan sebelumnya.


Semua berakhir demikian saja, tak ada pendidikan sosial yang baik bagi masyarakat. Sebab setiap pelaku kejahatan ramai dibicarakan saat kasusnya heboh pertama kali, lengkap dengan detil-detil yang seringkali masih dugaan-dugaan.

Ketika digunakan sebagai senjata utama di bidang periklanan, maka masyarakat yang memang sudah menjadi materialis semakin gila materi. Sebab benda-benda di iklankan dengan ‘sihir modern’ secara diam-diam.


Dapatkah anda bayangkan bahwa kepala anda dipenuhi berbagai keinginan kuat yang tak dapat anda jelaskan darimana, misalnya ingin belanja ini dan itu tanpa berpikir kesanggupan membayar tagihan kreditnya?

Budaya konsumerisme saat ini, dimana banyak sekali jenis barang maupun penjualnya, dimana orang (khususnya Amerika sebagai negara contoh) sudah menghamba pada kartu kredit dan meskipun Amerika baru saja mengalami kebangkrutan gara-gara bubble economy, namun masih saja kita dapati banyak orang yang membeli barang-barang yang tidak ia butuhkan. Ya, Amerika baru saja mengalami gelombang kejut ekonomi akibat menggelembungnya tagihan kartu kredit masyarakat yang tak terbayarkan.
Timbulnya istilah shopaholic yaitu kegilaan belanja adalah salah satu bentuk sebab akibatnya. Karena isi kepala yang kosong iman, ada manusia-manusia yang terjebak dalam kegilaan terhadap materi sampai benar-benar dapat dikatagorikan kelainan jiwa.

Pemenangnya Hanyalah Masyarakat Yahudi Minoritas Yang Menguasai Perbankan dan Perkreditan Ribawi.

Periklanan lagi-lagi juga menggunakan dorongan nafsu seks sebagai ujung tombaknya. Coba anda perhatikan berapa banyak iklan yang menggunakan wanita seksi sebagi bintangnya padahal barang yang diiklankan sama sekali bukan minat wanita? Iklan oli mesin, aki mobil, iklan deodoran pria dan sebagainya. Mudah saja alasannya, yaitu karena sasaran iklan adalah kaum pria.

Selain akan meledaknya kegilaan belanja dan meledaknya balon ekonomi kartu kredit, maka di bidang politik, masyarakat pemilih jelas-jelas akan memilih pemimpin yang jauh dari kebaikan. 


Pemimpin baik mana yang dalam rangka memenangkan dirinya justru menggunakan kebohongan, penipuan dan pengendalian pikiran? Dapat kita pastikan bahwa pemenang pemilu hanyalah mereka yang punya uang paling banyak yang sanggup membayar para programer mind control yang paling trampil.

Setiap hari koran media elektronik dan cetak sibuk memberitakan para birokrat koruptor dari berbagai kalangan. Anggota legislatif, eksekutif dan yudikatif, semua sudah kena. Ya, para ‘komandan barisan demokrasi’ ini sudah menjadi pemangsa rakyat yang katanya ‘berkuasa’ (demokrasi=demos-cratein=kekuasaan di tangan rakyat).

Rakyat hanyalah robot-robot yang dibohongi dengan janji-janji pemilu dan ditambah lagi dengan sihir-sihir modern dari teknologi mind controlling.

Jadi? Akankah ini bermanfaat untuk ummat manusia? Bagaimana rakyat (yang katanya berkuasa atas nama demokrasi itu) akan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya? Sebaliknya, setiap politisi yang maju sebenarnya menghendaki rakyat –lah yang akan menjadi robot-robot penghamba dirinya dan akan memenuhi segala syahwat si politisi atau kelompoknya. Sebenarnya, si politisi sendiri awalnya adalah korban mind controlling yang telah membentuk dirinya menjadi gila kekuasaan dan gila materi.

Dengan teknik ini, para penganjur kebatilan, kerusakan, pembangkangan, penyembah setan (YAHUDI) serasa mendapatkan senjata ampuh. Dan tentu saja semuanya adalah bagian dari Sistem Dajjal yang memang dipersembahkan dan dipersiapkan untuk menyambut sang oknum Dajjal.

Wallahu A'lam Bissawab

Sumber : eramuslim.com
Contoh Video : http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=6yhX9OMmrsA
------------------------------------------------------------
Like ✔ Share (Amal Jariah) ✔ Tag ✔ Comment ✔

Wassalam

Sunnah Poster

Tidak ada komentar:

Posting Komentar