Minggu, 29 September 2013

Ketika da'wah kalian tinggalkan, maka inilah akibatnya



Allah berfirman:
قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ (٢٤)
Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At-Taubah: 24)

Bencana Masal:
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (٢٥)
“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfal: 25)

Sebuah perumpamaan. Rasulullah bersabda:
مَثَلُ القَائِمِ عَلَي حُدُوْدِاللهِ وَالوَاقِعِ فِيْهَا كَمَثَلِ قَوْمِ اسْتَهَمُوا عَلَي سَفِينَةٍ فَأَصَبَ بَعْضُهُمْ أعْلَهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا’ فَكَانَ الّذِيْنَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْ مِنَ المَاءِ مَرَو عَلَي مَنْ فَوْقَهُمْ’ فَقَالُوا: لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا’ فَإِنْ يَتْرُكُوْهُمْ وَمَا أَرَادُ وْا هَلَكُوا جَمِيْعًا’ وَإِنْ أَخَذُوا عَلَي أَيْدِيْهِمْ نَجَوْ وَنَجَوْ جَمِيْعًا
“Perumpamaan orang yang berdiri diatas larangan-larangan Alloh dan yang terjerumus didalamnya, seperti kaum yang menaruh belas kasihan di atas kapal laut, sebagian mereka di atas dan sebagian lainnya di bawah. Orang yang berada di bawah kapal jika mereka mencari air harus melewati orang yang di atasnya, mereka berkata: ‘Jika kita melubangi tempat kita sebuah lubang, maka tidak mengganggu orang yang di atas kita’. Apa bila mereka (yang diatas kapal) membiarkan keinginan mereka (yang di bawah kapal), hancurlah semuanya. Dan apabila mereka mencegahnya, maka selamatlah semuanya.” (HR Al- Bukhori)

Rasulullah bersabda:
مَا مِنْ قَوْمٍ يَعْمَلُ فِيْهِمْ بِالمَعَصِى ثُمَّ يَكْدِرُوْنَ أَنْ يُغَيِّرُ، وَلاّيُغَيِّرُوْنَ إلاَّ يُشَاكُّ أَنْ يَعُمَّهُ اللهُ بِالعِقَابِ
“Tidak ada satu komunitas masyarakat yang di dalam kehidupan mereka berbagai maksiat dikerjakan, padahal mereka sanggup untuk merubahnya, tetapi mereka tidak merubahnya, kecuali pasti Alloh akan memberikan hukuman yang merata terhadap mereka semua.”(HR. Ibnu Majjah dengan sanad hasan)
Rasulullah bersabda:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرَنَّ بِالمَعْرُوْفِ وَلَتَنْهَوَنَّ عَنِ المُنْكَارِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ’ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلاَ يُسْتَجَابُ لَكُمْ
“Demi Alloh yang nyawaku ada ditangan-Nya, hendaklah kalian menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, jika tidak niscaya Alloh akan mengirimkan adzab kepada kalian, kemudian kalian berdo’a kepada-Nya tetapi tidak dikabulkan.” (HR At-Tirmidzi)


Ummul Mu’minin Zainab pernah bertanya kepada Rasulullah :
يَا رَسُولَ اللهُ، أَنُهْلَكُ وَفِيْنَا الصَّالِحُونَ...؟ “Wahai Rasulullah , ‘Apakah kami akan tetap dibinasakan padahal di antara kami ada orang-orang yang shalih..?” Rasulullah menjawab: نَعَمْ، إِذَا كَثُرَ الخَبَثُ “Betul..!! –kalian akan tetap ditimpa bencana meskipun ada orang-orang shalih di antara kalian-, ketika keburukan, kemaksiatan telah mendominas masyarakat.”

Bilal bin Sa’ad pernah mengatakan:
إِنَّ المَعْصِيَةَ إِذَاخَفِيَتْ لَمْ تَضُرَّ إِلاَّ صَاحِبُهَا “Sesungguhnya kemaksiatan apa bila tersembunyi dia tidak akan mencelakakan siapa-siapa kecuali pelakunya saja” وَإِذَا أُعْلِنَتْ وَلَمْ تُغَيَّرُ ضَرَّةِ العَمَّةِ “Akan tetapi apa bila kemaksiatan dilakukan secara terang-terangan, tampak secara tegas dan tidak ada upaya untuk merubahnya, maka celakanya akan menimpa keseluruh manusia/masyarakat”

1 komentar: