kaos muslim - DISTRO MUSLIM : ISLAM VS DEMOKRASI | Bersanding atau Bertolak Belakang ?

Kamis, 21 November 2013

ISLAM VS DEMOKRASI | Bersanding atau Bertolak Belakang ?



Bismillaahirrahmaanirrahiim, Buka Hati, Fikiran & Bacalah,

Dalam sedikit hal, memang Demokrasi ada miripnya dengan Hukum Islam. Namun, dalam banyak hal, Demokrasi produk kufar ini jelas bertentangan dengan Islam.

Lalu apa beda Islam dengan Demokrasi? Mengapa Demokrasi bertentangan dengan Islam?

Ada banyak sekali perbedaan-perbedaan, namun dalam ;

1. Video Versi 3gp : http://hotfile.com/dl/145902297/8eef40a/_ISLAM_-VS-_DEMOKRASI__www.islamterbuktibenar.net.3gp.html

2. MP3 : http://adf.ly/1473204/mp3-islam-vs-demokrasi

(Silahkan di Download)

Hanyalah sedikit contoh dari sekian banyaknya perbedaan yang ada.

Mengapa mereka kaum kufar selalu memaksakan hukum ciptaan mereka bernama: "DEMOKRASI " , mengapa mereka selalu memaksakan DEMOKRASI di seluruh belahan dunia? Entah itu afrika, asia, timur tengah, dan terutama di negeri-negeri yang masih menerapkan syariat Islam sebagai dasar negara?

Karena dengan demokrasi mereka dapat melakukan:

1. Memilih tokoh publik yang mau mendukung program mereka dengan imbalan di bantu dana & kampanye media massa agar terpilih menjadi presiden, dengan syarat, pemimpin boneka ini mau menuruti semua kemauan mereka.

2. Membeli suara-suara rakyat miskin & berpendidikan menengah ke bawah karena suara 1 orang profesor yang islami ialah sama dengan suara seorang preman terminal. Dan jelas, suara terakhir ini jumlahnya jauh lebih banyak dibanding suara mereka yang berpendidikan & mereka yang tidak mau disuap.

3. Mereka berusaha keras menjelekkan tata negara Islam karena dalam Islam pemilihan pemimpin dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar memiliki pendidikan & kemampuan serta akhlak yang baik, jujur, amanah, bertanggung jawab pada Allah & bertanggung jawab pada rakyat. Sedang Demokrasi hanyalah dengan banyaknya suara, tidak perduli apakah itu suara hasil politik uang, ataukah suara hasil manipulasi KPU.

4. Dan lainnya insya Allah akan kami bahas secara terpisah.

Mereka tak segan-segan mengeluarkan dana untuk kampanye, promosi, membeli suara, membeli kursi dan lainnya dalam jumlah besar untuk mengupayakan pasangan presiden boneka agar terpilih, namun akhirnya, setelah presiden boneka yang baru sudah terpilih, maka giliran mereka menuntut ini & itu, mengeruk kekayaan alam, menuntut dibuatnya undang-undang baru yang menguntungkan mereka, menyudutkan muslim, menjauhkan agama dari negara dll.


Dan tak segan pula mereka menuntut dicabutnya undang-undang yg merugikan mereka. Tentu saja semua ini dibantu media massa, TV, Koran, Radio yang kebanyakan memusuhi Islam. Semua kepala mereka pegang, dari kepala negara, oknum menteri, oknum wakil rakyat, oknum polisi. Mereka tak sungkan-sungkan berikan sumbangan sekian juta dollar untuk dana teroris contohnya.

Mengapa kita masih menggunakan sistem Demokrasi Kufar sedang Islam memiliki sistem sendiri? Bukankah kita mengaku percaya Qur'an? Tapi mengapa tidak menerapkan hukum Islam di dalamnya? Apakah kita ingkar pada sebagian ayat Qur'an???

Dari itu, pemimpin yang korupsi tidak sepenuhnya salah, karena mereka pun mengeluarkan uang saat kampanye. Jika ada jalan yg tidak bagus, dana dikorupsi, penanganan bencana kurang sigap, pembangunan kurang pesat dibanding pajak yang masuk, maka ini sedikit banyak termasuk KESALAHAN UMAT, karena kebanyakan mereka pun menerima suap saat pemilihan kepala.

SEMUA MASALAH-MASALAH INI BERASAL DARI DEMOKRASI !!!

1 suara bisa dibeli, 1 suara Profesor kalah oleh 2 suara preman terminal. Suara 1 Orang Ustadz Hafidz Qur'an alumni Madinah & Al-Ahzar kalah dengan 2 orang muslim munafik yg selalu membela kufar. Dan cukup hanya dengan sepeser uang, mendapatkan keuntungan balik yang tidak terhingga.

Sepertinya sih DEMOKRASI dibuat seakan-akan adil & merata karena seluruh rakyat dapat berpartisipasi dalam pemilihan kepala, mulai kepala desa hingga kepala negara. Namun, dibalik semua itu hanyalah isapan jempol & kebodohan kita saja jika mau mengikuti kemauan mereka. Apalagi seperti yang telah diungkapkan di atas, mereka dengan mudah membeli suara hanya dengan harga sepeser dalam jumlah banyak, sementara imbas baliknya justru malah merugikan rakyat, umat, bangsa & negara.

KAMI TANYA PADA SAUDARA SAUDARI SEMUA: PEMILIHAN MANA YANG BERSIH 100% TIDAK PERNAH MEMAKAI POLITIK UANG??? MULAI DARI PEMILIHAN KEPALA DESA, PEMILIHAN KEPALA DAERAH, PEMILIHAN CALON LEGISLATIF, HINGGA PEMILIHAN KEPALA NEGARA???


Jika kita perhatikan iraq, somalia, mereka selalu menciptakan pemerintah tandingan / pemberontak, memberitakan bahwa pemerintah resmi adalah diktator, tidak baik, korupsi, dan sebagainya. Dan kemudian mereka menggantinya dengan DEMOKRASI, pemilu, dan mendorong rakyat agar memilih pemerintah boneka yang tunduk pada kontrak politik mereka.

Jadi, korupsi, kolusi, nepotisme, kemiskinan, lapangan kerja, narkoba, pornografi, dan lainnya memang masalah negeri, namun, semua itu berakar dari DEMOKRASI. Selama kita masih berdasarkan DEMOKRASI , maka sangat besar sekali kemungkinan bahwa Yahudi akan selalu menguasai & menjajah negeri ini dari segala bidang, bahkan termasuk dari kurikulum pendidikan, tayangan TV, budaya, ekonomi, kebijakan dalam & luar negeri serta lainnya.

Kita dilarang berlaku keras dalam berdakwah pada mereka yang masih belum menerima Islam, melainkan harus dengan HIKMAH & cara yang baik , dan bahkan membantah pun harus dengan cara yang baik .

Qs.16 Nahl: 125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik . Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Sama sekali bodoh & salah besar jika berdakwah menggunakan bom sana bom sini tidak karuan dan tidak ada alasan, apalagi ditujukan pada orang yg tidak bersalah.

Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang KAFIR . QS.5 Maa'idah:44

Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang ZALIM . QS. Maa'idah:45

Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang FASIK . QS. Maa'idah:47

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? QS. Maa'idah:50

Anda berani membantah ayat-ayat diatas???

Tanpa ayat diatas pun, secara nalar kita sebagai manusia yang diberi kelebihan akal untuk berpikir,,, Mana yang lebih baik dengan syariat ALLAH atau kah dengan Demokrasi yang digembar gemborkan kaum kufar? Lihatlah MESIR hari ini? Kemenangan atas Demokrasi namun dengan Dzalim mereka Merampasnya dengan KUDETA.

APAPUN PARTAINYA, SELAMA MASIH MENGGUNAKAN DEMOKRASI, MAKA TETAP MASALAH TAK AKAN BERES.
Wallahu A'lam Bisshawab

Sumber : http://islamterbuktibenar.net/?pg=custom&id=5051

Wassalam

Sunnah Poster

Tidak ada komentar:

Posting Komentar