Sabtu, 02 Mei 2015

Distro muslim - kaos tadabbur Al Quran


Tadabbur Al-Qur'an adalah bagaimana kita memahami ayat-ayat Allah lebih mendalam dan mendasar sebagai pedoman hidup yang pertama dan utama demi kehidupan yang diredhai Allah.




Pengertiannya ialah bahwa dalam membaca Al-Qur’an itu diperlukan pendalaman dalam memahami ayatayat yang dibaca. Dengan demikian, seseorang pembaca Al-Qur’an akan menguasai benar apa yang menjadi pesan yang termuat dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang sedang dibaca.

Pendalaman pemahaman ini juga melibatkan hati (qalbun), bukan sekadar hanya dengan nalar (pikiran logis) saja. Jadi, antara hati dan nalar perlu disiapakan dalam proses pendalaman tersebut. Dalam dunia hati yang dicari adalah keharusan dan kelayakan sesuatu sehingga dianggap proporsional oleh kebanyakan orang. Sedangkan dalam nalar yang dicari adalah ketepatan dan keajegan keadaan yang dianggap proporsional pula oleh kebanyakan orang. Allah  SwT berfirman (Q.s. Muhammad [47]: 24):

afalaa yatadabbaruuna-’1-qur’aana am qu-luubun aqfaaluhaa = Maka apakah mereka mendalami Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci? 

Dengan demikian, orang membaca Al-Qur’an itu tidak sekadar “membaca” dalam arti  biasa membaca huruf/aksara, melainkan perlu dibarengi dengan mendalami isi ayat Al-Qur’an dengan hati dan nalarnya.

Untuk selanjutnya, perlu juga tadzkir (pelafalan aslinya “tadzkiir”) yang berasal dari kata “dzakara” yang berarti mengingat. Yang dimaksud di sini adalah bahwa ketika seseorang membaca ayat-ayat Al-Qur’an,maka apa saja yang dipahami dan dikuasai secara mendalam perlu disimpan dalam alam memori (ingatan). Tidak begitu memahami dan menguasai lalu hilang tidak berbekas. 

Seharusnyalah apa saja yaug telah dipahami dan dikuasai dengan baik dan mendalam tersebut mampu memberi juru penerang dalam setiap langkah kehidupan seseorang atau mampu menjadi pengingat manakala terjadi kemelencengan hidup. 

Ayat-ayat Al-Qur’an yang telah dibaca mampu memperkokoh keyakinan hati bahwa Allah SwT senantiasa mengawasi seluruh perilaku dalam kehidupan seharihari. Menurut Al-Qur’an, jika seseorang benar-benar ingin  menjadikan Al-Qur’an sebagai pihak pengingatnya, maka Allah SwT telah mempermudahnya terhadap hal yang demikian itu (Q.s. Al-Qomar [54]: 32): wa laqad yassarna-’l-qur’aana li-’dz-dzikri fa hal min muddakir = Dan sungguh telah Kami mudahkan Al-Qur’an sebagai pengingat (pelajaran), maka adakah yang mau mengambil pelajaran?





Tidak ada komentar:

Posting Komentar