Senin, 06 April 2015

NGAJI KREATIF - (Dakwah) Jangan Sampai Kalah Kreatif



NGAJI KREATIF
(Dakwah) Jangan Sampai Kalah Kreatif

Bersama:
Abi Chondro (Syarekat Kreatifiyah)
Andika Dwijatmiko (Syafa'at Marcomm)

Kreatif adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru. Muslim kreatif sebenarnya sesuatu yang biasa karena setiap manusia dianugerahkan kekreatifan oleh-Nya. Seorang muslim harus kreatif mencari solusi, mencari ide.

 Dakwah Kreatif bagi Mas Abi Chondro
Perjalanan Mas Abi Chondro diawali dengan semangatnya mengejar passion, hingga akhirnya beliau menemukan kebahagiaan di dunia visual (desain). Dari sana, beliau juga memperoleh uang. Namun beliau terbentur oleh sebuah pertanyaan,"Setelah itu, lalu apa?" Kemudian beliau mencari orang untuk berbincang mengenai kegalauannya. Beliau merasakan kehampaan dalam hidupnya.

Akhirnya beliau menemukan Mas Indra dan berbincang dengannya. Mas Abi Chondro menilai Mas Indra menemukan kebermaknaan hidup di dunia desain dari majalah online yang dikelolanya, Bajigur. Tak lama kemudian, Bajigur membuat social movement untuk orang-orang yang terkena kanker darah.

Dari sana, Mas Abi Chondro menyimpulkan orang kreatif dapat membantu orang lain. Beliau mendapatkan pencerahan bahwa sbenarnya ujung pencarian hidup kita adalah kebermanfaatan untuk orang lain, dan kita dapat memaksimalkan itu dengan passion kita.

Selanjutnya, Mas Abi Chondro stalking Syafa'at. Beliau tertarik karena sistem marketing communication-nya yang berbasis syari'ah. Ternyata marketing communication dapat bersanding dengan syari'ah. Keduanya bisa digabungkan dan tidak berbenturan.

"Creative people can change the world."

Secara natural, orang-orang kreatif memang diciptakan untuk mengubah dunia. Misalnya saja Bill Gates, Steve Jobs. Obama dapat menjadi presiden karena berawal dari facebook.

Mas Abi Chondro menemukan korelasi antara dunianya dan tujuan Allah menciptakannya. Dalam Adz Dzariyat ayat 56, beliau berpikir,"Kalau Allah menciptakan untuk beribadah, mengapa Allah menunjukkan saya ke dunia kreatif?" Singkat cerita, beliau menyimpulkan bahwa Allah menciptakannya di dunia kreatif untuk beribadah kepada Allah melalui dunia kreatif.

Jika Rasulullah memerintahkan kita menyampaikan hanya satu ayat dan kita sebagai seorang muslim memiliki kewajiban berdakwah. Setelah itu, beliau membuat brand kaos yang memiliki pesan positif. Tak lama kemudian, beliau menemukan orang-orang yang memiliki keresahan yang sama melalui facebook. Lalu beliau mendirikan Syarekat Kreatifiyah Indonesia. Setelah berkumpul, mereka dapat berkolaborasi menciptakan hal positif yang dapat bermakna bagi dakwah.

 Syarekat Kreatifiyah Indonesia
Forum ini dibuat tahun 2011. Selama perjalanannya, Syarekat Kreatifiyah telah membuat kalender hijriyah yang dapat di-download secara gratis. Produk ini ternyata merupakan sesuatu yang dibutuhkan. Ini terlihat dari banyaknya jumlah download yang berhasil terekam. Selain itu, Syarekat Kreatifiyah juga sempat berkolaborasi dengan Hijabographic.

 Menemukan Metode Baru
Suatu hari, Mas Abi Chondro mempunyai rencana untuk meng-counter Valentine. Rencana ini diinisiasi selama 2 bulan sebelum Valentine. Namun ternyata project ini gagal. Kemudian beliau mengevaluasi,"Apakah niat saya salah?" Lalu beliau menuliskannya di facebook. Beliau menyampaikan keinginannya memiliki tim yang menangani permasalahan dakwah. Ternyata ide ini berjalan. Banyak orang yang menceritakan permasalahan dakwah kepada Mas Abi Chondro dan timnya. Lalu mereka membuat brainstorming dan mencoba menyelesaikan permasalahan dakwah tersebut.

 Kreatif Syar'iy
Kegalauan Pak Andika bermula ketika melihat iklan mobil bagus dan wanita yang berdiri di sampingnya. Apa hubungannya? Ada pula iklan pakaian dalam oleh David Beckam. Iklan tersebut ditampilkan dalam poster berukuran sangat besar dan dipasang di sebuah gedung yang didatangi oleh banyak wanita. Apakah kreatif sebatas itu?

Di sisi lain, ada juga iklan kursi yang menggunakan wanita telanjang sebagai modelnya. Apakah kreatif selalu begitu?

Pak Andika kemudian mencoba mencari di Google dengan kata kunci "desain Islami". Lalu yang muncul hanyalah beberapa gambar dengan kata Islam. Kemudian beliau mencoba mencari dengan kata kunci "desain komunikasi syari'ah". Lalu yang muncul adalah iklan bank syariah. Beliau berpikir,"Apakah syariah hanya untuk bank?" Kemudian Pak Andika mencoba merumuskan seperti apa desain yang syar'i?

1⃣ Frame of mind
Artinya, sesuai apa yang ada dalam kepala kita. Yang perlu dipahami adalah, ide, gagasan, maupun kreatifitas itu tidak bebas nilai.

2⃣ Frame of work
Cobalah melakukan beberapa hal, di antaranya memastikan barang dan jasanya halal; eksekusinya sesuai syari'at; akad dan layanan yang syar'i dan transparan sejak awal. Selain itu, perlu juga memahami syari'at Islam dan aplikasinya.

 Branding syari'ah
Branding syariah bukan hanya sebatas:
kusatsapeji
(kubah, kaligrafi, masjid, ketupat, sarung, tasbih, sajadah, peci, dan jilbab).

Dakwah non muslim saat ini menyusup ke hal-hal di atas. Kita harus jeli dalam menggunakannya.

Dengan batasan-batasan yang dimiliki dalam Islam, branding yang syar'i akan dapat hadir dengan kreativitas yang lebih baik. Jika syari'ah diterapkan oleh orang-orang kreatif, maka akan memicu kreatifitas orang-orang syari'ah tersebut.

Beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam branding:
1⃣ Visual
Perhatikanlah fotografi maupun unsur vandalisme di dalamnya.

2⃣ Tagline
Perhatikanlah, apakah tagline yang digunakan sudah sopan atau malah jorok dan terlihat vulgar.

3⃣ Pemikiran, ide kreatif
Jangan sampai ide yang ditularkan ke audience adalah sesuatu yang sifatnya kurang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar